Kemenristek Masih 'Godok' Konsep Badan Riset Inovasi Nasional

Mantan Kepala Bappenas ini mengatakan BRIN membuka seluas-luasnya kerja sama dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam pengembangan riset

Kemenristek Masih 'Godok' Konsep Badan Riset Inovasi Nasional
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro didampingi Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor saat ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Riset Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro masih membahas format Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Masih dibahas (pembentukan BRIN) saya masih keliling dulu," ujar Bambang di BPPT, Jln MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019).

Bambang mengatakan dibentuknya BRIN akan membuat pelaksanaan riset terintegrasi.

Mantan Kepala Bappenas ini mengatakan BRIN membuka seluas-luasnya kerja sama dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam pengembangan riset di Indonesia.

"Intinya kita ingin mendorong integrasi riset dari hulu sampai hilir," tutur Bambang.

Baca: Jalin Kedekatan dengan Pegawai, Menristek Bambang Brodjonegoro Mengunjungi Setiap Lantai Kantornya

Dibentuknya BRIN juga untuk mengawasi adanya plagiarisme di dunia riset. Bambang mengatakan saat ini pihaknya memastikan tidak ada bidang riset yang dilupakan.

"Juga memastikan tidak ada duplikasi atau tidak ada bidang yang dilupakan di dalam riset dan inovasi," pungkas Bambang.

Seperti diketahui, Kemenristek akan mendirikan BRIN sesuai amanat Undang-undang Sisnas Iptek.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved