Kabinet Jokowi

Tito Karnavian Jadi Imam Salat Jumat di Kemendagri Usai Hadiri Pelantikan Idham Azis di Istana

Tito yang tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan kopiah hitam bahkan menjadi imam salat Jumat di masjid kantor Kemendagri tersebut.

Tito Karnavian Jadi Imam Salat Jumat di Kemendagri Usai Hadiri Pelantikan Idham Azis di Istana
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Mendagri Tito Karnavian usai menjadi imam salat Jumat di masjid Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kapolri yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menghadiri pelantikan Jenderal Idham Aziz sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Jumat (1/11/2019) pagi.

Setelah itu Tito langsung menuju Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Ia diketahui menjalankan salat Jumat di masjid kantor Kemendagri.

Tito yang tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan kopiah hitam bahkan menjadi imam salat Jumat di masjid kantor Kemendagri tersebut.

Ia juga memimpin pembacaan doa setelah salat Jumat siang ini.

Baca: Tanggapi Pelantikan Idham Azis, Tito Karnavian: Jadi Kapolri Itu Tidak Gampang

Usai menjalankan salat Jumat, Tito kemudian menaiki mobil golf menuju ke ruangannya di Gedung A Kemendagri sambil dikawal sejumlah orang.

Tercatat ada dua pengawal yang bergelantungan di belakang mobil golf tersebut, sementara ada sekitar tujuh orang berbaju hijau seragam dan batik yang berlari di sekitar mobil golf mengawal Tito.

Tito sendiri sebelumnya mengucapkan selamat atas pelantikan Jenderal Idham Aziz sebagai Kapolri menggantikan dirinya.

Ia menegaskan banyak pekerjaan rumah yang harus dihadapi Idham setelah menjabat sebagai Kapolri.

“Beliau harus mengurus internal Polri yang memiliki 460 personil, lalu eksternal ada 34 mapolda, 500 lebih mapolres, dan hampir lima ribu mapolsek. Lalu menegakkan hukum di negara plural dan demokrasi seperti Indonesia ini tidak mudah karena ada juga permasalahan politis dan ideologis yang harus dihadapi.”

“Kemudian ke depan akan ada 270 pilkada, kejahatan konvensional, perampokan, begal, illegal logging, illegal fishing, masalah lingkungan, dan masih banyak lagi. Saya merasakan 3 tahun 3 bulan sebagai Kapolri cukup berat,” ungkap Tito.

Tito sendiri siang ini dikabarkan menerima kunjungan Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat atau Nasdem, Rachmat Gobel di kantornya.

Namun hingga berita ini diturunkan, Tito belum menyampaikan keterangan kepada pers mengenai hasil pertemuan tersebut.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved