Penelitian yang Komprehensif Menunjang Persaingan Ekonomi dan Bisnis

"Maka para peneliti pun harus dapat bersaing dalam tantangan-tantangan bisnis di era digital saat ini,"

Penelitian yang Komprehensif Menunjang Persaingan Ekonomi dan Bisnis
Istimewa
Foto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perkembangan di era digital telah merambah ke berbagai sektor. Persaingan pun kian berat temasuk dalam kewirausahaan yang berdampak pada perekonomian.

Untuk menghadapi persaingan tersebut, data dari berbagai penelitian sangat penting. Melalui data tersebut maka pelaku ekonomi dan bisnis bisa mengetahui apa yang harus dilakukan atas berbagai tantangan yang ada.

"Maka para peneliti pun harus dapat bersaing dalam tantangan-tantangan bisnis di era digital saat ini," ujar Conference Chair 2nd ICEBE, Mahrinasari, melalui siaran pers, Sabtu (2/11).

Baca: Kepala BNPT Telah Bagikan Daftar Nama Mantan Teroris ke Kepala Daerah

Baca: Gelar Orientasi Staf, Fraksi PKS Ingin Stafnya Kerja Cepat dan Cerdas

Baca: RKUHP Kemungkinan akan Dibahas Ulang

Dia menjelaskan, kegiatan 2nd ICEBE atau Konferensi Internasional Ekonomi dan Kewirausahaan yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lampung kali ini bertujuan agara peneliti bisa lebih jeli melihat tantangan dan peluang di era digital.

Salah satu peluangnya adalah berkolaborasi dalam penelitian internasional.

"Konferensi internasional ini harus diperkuat dan didorong oleh lembaga, organisasi, dan lainnya yang bergerak maju menggunakan cara-cara kreatif menyatukan tim-tim berbakat untuk mengatasi tantangan-tantangan ini di seluruh dunia, khususnya bagi para peneliti dari negara-negara berkembang yang sedang berkembang," ujar Mahrinasari.

Selain itu, dalam masyarakat digital dan global yang kita tinggali, program kolaborasi penelitian internasional membantu dengan memberikan siswa kemampuan untuk belajar, bekerja, dan bepergian dalam kapasitas internasional

Sementara itu, Direktur Global Network dan Operation dari Research Synergy Foundation (RSF) Santi Rahmawati mengatakan, tujuan dari konferensi ini adalah untuk meningkatkan publikasi international bagi para peneliti Indonesia pada umumnya dan UNILA pada khususnya.

RSF pun mempunyai sistem pendukung yang kuat (Scholarvein, Research Synergy Institute, RSF Press, dan Reviewer Track) untuk memastikan proses saintifik dapat berjalan sesuai etika akademik dan kualitas yang baik.

"Diperlukan juga beberapa strategi untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi khususnya di Indonesia agar dapat meraih peringkat yang lebih baik diantaranya dengan memperkuat research, knowledge transfer, dan international outlook," papar Santi.

Menurutnya, peneliti, akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari Indonesia, Australia, Macedonia, Malaysia, India, dan Kamboja turut berpartisipasi dalam konferensi internasional ICEBE. Ada 94 paper yang dipresentasikan oleh peserta 2nd ICEBE.

Acara ini dirancang untuk mendorong semua bagian dari masyarakat akademisi untuk memperluas wawasan mereka dan terlibat dalam ekosistem penelitian untuk menciptakan masyarakat penelitian yang dapat membuat dampak sosial nyata.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved