Penyidik KPK Diteror

Soal Kasusnya, Novel Baswedan: 2 Tahun Lebih Bukan Saatnya Bicara Perkembangan, Tapi Kapan Ditangkap

Novel Baswedan berharap Kapolri yang baru saja dilantik, Jenderal Pol Idham Aziz dapat mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.

Soal Kasusnya, Novel Baswedan: 2 Tahun Lebih Bukan Saatnya Bicara Perkembangan, Tapi Kapan Ditangkap
TribunNewsmaker.com Kolase/ ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/MUHAMMAD ADIMAJA
Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengaku belum mendapat informasi terbaru terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya, 11 April 2017 silam. Novel berharap Kapolri yang baru saja dilantik, Jenderal Pol Idham Aziz dapat mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. 

Novel Baswedan : Dua Tahun Lebih Bukan Waktunya Berbicara Perkembangan, Tapi Kapan Ditangkapnya

TRIBUNNEWS.COM - Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengaku belum mendapat informasi terbaru terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya, 11 April 2017 silam.

Novel Baswedan berharap Kapolri yang baru saja dilantik, Jenderal Pol Idham Aziz dapat mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.

Novel mendapat kabar yang menyebutkan ada perkembangan signifikan tentang pengungkapan kasus penyiraman air keras yang dilakukukan kepadanya.

Namun kabar tersebut belum didengar secara langsung oleh Novel sendiri.

Menurutnya, setelah dua tahun lebih sejak kasus yang menimpanya, seharusnya yang dibicarakan saat ini bukan lagi perkembangan.

"Tentunya terkait informasi belakangan yang ada di media, katanya ada perkembangan yang signiifkan," ungkap Novel, dilansir tayangan 'Kompas Pagi' melalui kanal YouTube KompasTV, Sabtu (2/11/2019).

"Bagi saya setelah dua setengah tahun tentunya kita tidak berbicara perkembangan lagi, kita sedang bertanya kenapa tidak ditangkap-tangkap."

Baca : KPK Akan Dipimpin Seorang Jenderal Polisi Aktif, Ini Respons Novel Baswedan

Novel sangat menyangkan hingga dua tahun lebih kasus yang menimpa dirinya belum terungkap, padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berulang kali memerintahkan jajarannya agar segera mengungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved