Penyidik KPK Diteror

Soal Kasusnya, Novel Baswedan: 2 Tahun Lebih Bukan Saatnya Bicara Perkembangan, Tapi Kapan Ditangkap

Novel Baswedan berharap Kapolri yang baru saja dilantik, Jenderal Pol Idham Aziz dapat mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.

Soal Kasusnya, Novel Baswedan: 2 Tahun Lebih Bukan Saatnya Bicara Perkembangan, Tapi Kapan Ditangkap
TribunNewsmaker.com Kolase/ ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/MUHAMMAD ADIMAJA
Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengaku belum mendapat informasi terbaru terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya, 11 April 2017 silam. Novel berharap Kapolri yang baru saja dilantik, Jenderal Pol Idham Aziz dapat mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. 

"Fokusnya adalah kapan ditangkapanya, karena sudah dua setengah tahun," kata Novel.

"Padahal presiden sudah perintahkan yang ketiga kalinya, bahkan batasnya sudah lewat sebelumnya."

Novel saat ini tak mau membahas tentang motif penyiraman air keras yang menimpanya.

Menurutnya, akan lebih baik jika pelaku penyiraman tersebut ditangkap terlebih dahulu kemudian baru membicarakan motifnya.

"Sekali lagi saya tidak ingin bicara tentang motif, karena kalau kita bicara motif kita nanti berdebat, lebih bagus pelaku lapangan saja ditangkap dahulu," terang Novel.

"Setelah itu baru tentunya akan diperika. Dan kaitan dengan motif baru kita biacarakan seelah ditangkapnya pelaku lapangan, tandas Novel."

Baca : Kapolri Baru Dilantik, Novel Baswedan Minta Kasusnya Dituntaskan

Singgung Pidato Jokowi

Novel sempat menyinggung pidato pertama Jokowi setelah pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Menurutnya, tak ada wacana pemberantasan korupsi dalam pidato yang disampaikan Jokowi.

Halaman
123
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved