Polemik APBD DKI Jakarta
Pantaskah Anies Baswedan Disamakan dengan Joker? Ini Karakter Asli Joker: Cerdas dan Berbahaya
Viralnya postingan Ade Armando, Dosen UI yang mengunggah meme foto Anies yang mirip Joker sampai ke ranah hukum. Mengapa Joker? Bagaimana karakternya?
Penulis:
Inza Maliana
Editor:
Muhammad Renald Shiftanto
TRIBUNNEWS.COM - Viralnya postingan Ade Armando, Dosen UI yang mengunggah meme foto Anies yang mirip Joker sampai ke ranah hukum.
Seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fahira Idris melaporkan dosen sekaligus jurnalis itu ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (1/11/2019).
Sebelumnya, Ade mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sudah di edit menjadi karakter mirip Joker.

Meme foto Anies yang di edit menyerupai tokoh Joker ditambahkan dengan narasi "Gubernur Jahat Berawal dari Menteri yang Dipecat," dan ia posting dalam media sosial Facebook miliknya.
Fahira melaporkan Ade dengan dugaan pelanggaran terhadap Pasal 32 ayat 1 jo Pasal 48 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Laporan dari Fahira ditanggapi santai oleh Ade.
Ia menyebut bahwa bukan dirinya yang mengedit foto Anies dengan riasan Joker tersebut.
Dilansir dari Kompas.com, Ade menjelaskan, meme tersebut merupakan bentuk kritiknya terhadap Anies dalam mengelola pemerintahan.
"Meme itu sendiri bukan buatan saya. Tapi saya secara sadar menyebarkannya, karena isinya memang sesuai dengan apa yang ingin saya sampaikan kepada Anies dan kepada publik," ujar Ade Armando saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (2/11/2019).
Salah satu yang ia soroti adalah anggaran-anggaran tidak wajar yang viral beberapa hari belakangan.
Ade mengaku siap menjalani proses hukum yang berlaku.
Ade menambahkan ia cukup percaya diri menghadapi kasus ini, karena merasa dirinya tidak bersalah.
Joker sendiri adalah karakter penjahat super fiksi yang terkenal sebagai musuh Batman.
Bila dibandingkan sosok Joker dengan Anies Baswedan, bisa dibilang sangatlah berbeda.
Namun tujuan di editnya foto Anies disandingkan dengan karakter Joker, hanya pengedit yang belum diketahui siapa itulah yang memahami.
Karakter Joker menjadi perbincangan hangat pada awal Oktober 2019 akibat filmnya yang sukses di Indonesia.
Bahkan ada kalimat hits Joker yang viral yakni "orang jahat adalah orang baik yang tersakiti".

Diwartakan dari Kompas.com, Begini karakter fiksi Joker yang asli.
Sosok Joker ternyata telah ada sejak lama.
Tokoh ini adalah salah satu penjahat tertua dalam sejarah komik.
Karakter Joker pada awalnya diceritakan sebagai musuh utama Batman dan muncul pertama kali dalam Batman Issue No.1 pada tahun 1940-an.
Sepanjang eksistensinya, karakter Joker mengalami perubahan.
Dalam salah satu artikel yang tayang di Business Insider, Joker telah berganti karakter sebanyak empat kali.
Semuanya merupakan karakter yang sama sekali berbeda.
Cerdas
Penampilan awal Joker dalam komik berbeda jauh dengan Joker yang diperankan oleh Joaquin Phoenix.
Karakter penjahat utama tersebut digambarkan sebagai seorang yang cerdas, licik, kejam, dan serakah.
Ia melakukan serangkaian pembunuhan dan mencuri perhiasan berharga.
Selain itu, karakter Joker dalam penampilan perdananya juga gemar mengumumkan kejahatannya di radio, bahkan sebelum aksi itu dilaksanakan.
Karakter Joker dalam komik pertama ini menujukkan kecerdasan tingkat tinggi.
Ia tak hanya mampu melakukan pembunuhan dan pencurian, tetapi juga bisa menggunakan pikirannya untuk memanipulasi lawan.
Contoh lain dari pola dasar ini adalah karakter Loki dari mitologi Norse yang kemudian diadaptasi menjadi salah satu tokoh dalam komik Marvel.
Selain itu, Joker juga digambarkan memiliki selera humor.
Uniknya, berbeda dengan karakter musuh Batman pada umumnya, Joker muncul tanpa cerita dan latar belakang.
Dalam komik tersebut, Joker langsung ada dan meneror masyarakat.
Laman NPR bahkan menuliskan, butuh waktu 11 tahun dari kemunculan perdananya untuk mengetahui asal-usul Joker.
Tokoh gila dan berbahaya
Pada 1973, tokoh ini kembali dalam bentuk yang sama sekali berbeda.
Saat itu, penulis Dennis O'Neil melahirkan Joker dengan sifat yang lebih dingin dan gelap dalam komik Batman No. 251.
Keberhasilan O'Neil saat itu, menandai kembalinya Joker sebagai tokoh penjahat dan pembunuh berantai.
O'Neil dan para penulis setelahnya kemudian mulai berfokus pada kegilaan Joker.
Pada periode ini, Joker tidak lagi menakutkan karena dia adalah penjahat yang kejam, tetapi karena dia adalah orang gila yang tidak dapat diprediksi.
Dalam salah satu cerita karya Steve Englehart berjudul The Laughing Fish, kegilaan Joker terlihat saat ia meracuni persediaan air dan ikan di dalamnya.
Ia juga mengambil keuntungan dari masalah tersebut.
Kisah serupa juga diadaptasi dalam Batman: The Animated Series pada dekade 1990-an.
Joker menggambarkan ketakutan masyarakat
Namun, transformasi karakter Joker belum usai.
Di era Christoper Nolan, penggambaran Joker sangat berbeda dari karakter yang pernah ada sebelumnya.
Joker versi Nolan yang diperankan oleh Heath Ledger adalah seorang teroris yang mengeksploitasi ketakutan masyarakat akan ekstremisme di Amerika Serikat pasca-peristiwa 9/11.
Dia bukan hanya seseorang yang menolak mengikuti aturan dan perintah dalam masyarakat, tetapi juga berusaha untuk menghancurkannya dan membuat kekacauan pada lanskap politik Kota Gotham.
Adaptasi terbaru yang diperankan Joaquin Phoenix menjadikan tokoh Joker sebagai seseorang yang lebih politis.
Film baru ini berusaha menghilangkan semua misteri dan asal muasal Joker.
Sutradara Todd Phillips menceritakan perjalanan awal sosok ini dalam kisah Arthur Fleck.
Dalam film, ia terlihat mewakili tokoh Marxis yang memiliki nasib malang.
Joker bukan film komik pertama yang bersimpati pada si penjahat Jika film-film superhero sebelumnya selalu meyakinkan kita bahwa kebaikan pada akhirnya menang, tetapi Joker versi Phillips tidak menceritakan hal tersebut.
Ia bahkan memperlihatkan proses pembentukan karakter Joker yang brutal.
Beberapa scene dalam film tersebut memiliki suasana yang mungkin cenderung familiar di masyarakat, seperti adanya ketimpangan kehidupan antara si miskin dan si kaya.
Dengan demikian, maka tak salah jika Joker adalah gambaran ketakutan masyarakat pada zamannya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Transformasi Joker dari Masa ke Masa, Penjahat Tertua dalam Sejarah Komik..."
(Tribunnews.com/Inza Maliana)