Demo di Jakarta
Ahok Buka Suara soal Brimob Lindas Driver Ojol, Berawal dari DPR Tak Mau Dengar Aspirasi Rakyat
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menilai kondisi saat ini berawal dari sikap DPR yang tidak mau mendengarkan aspirasi masyarakat.
Penulis:
David AdiAdi
Editor:
Endra Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM – Insiden tewasnya seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Korps Brimob Polri, pada Kamis (28/8/2025) menjadi sorotan sejumlah pihak.
Termasuk Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok turut buka suara terkait insiden tersebut.
Melalui postingan di akun Instagram pribadinya @basukibtp, Ahok mengatakan bahwa insiden tewasnya driver ojol tersebut berawal dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah yang tidak mau mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Kedukaan ini tidak akan terjadi kalau sejak awal pendemo diterima oleh DPR dan Pemerintah, didengarkan aspirasinya serta dicarikan solusi atas setiap masalahnya,” ujar mantan Komisaris Utama Pertamina itu.
Ia pun membandingkan saat dirinya masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Ketika demo berlangsung di Balaikota Jakarta, Ahok menerima dan mempersilahkan perwakilan pendemo untuk mediasi dengan pemerintah.
“Para pendemo bisa segera pulang karena saya mau menerima mereka, mencarikan solusi bagi mereka,” kata Ahok.
Baca juga: Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Oknum Brimob yang Lindas Driver Ojol dengan Kendaraan Rantis
Ia pun lantas meminta kepada masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi untuk waspada dan menjaga keselamatan diri.
“Untuk Saudaraku, se-bangsa dan se-Tanah Air yang sedang berdemonstrasi saat ini, tetap waspada, jaga keselamatan diri dan jangan mau dihasut serta dipecah belah,” jelasnya.
Kasus Brimob Lindas Driver Ojol
Seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan menjadi korban tabrakan yang dilakukan oleh personel satuan Brimob.
Affan Kurniawan dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Kamis (28/8/2025).
Menurut keterangan saksi mata, Abdul (29), korban saat itu sedang mengantarkan pesanan makanan ke kawasan Bendungan Hilir.
Akibat kemacetan pasca-kericuhan, ia terhenti di sekitar Pejompongan dan kemudian tertabrak oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Abdul menggambarkan kendaraan tersebut melaju tak terkendali.
"Dia benar-benar nyoba nabrakin para pendemo, kanan kiri ugal-ugalan. Siapa saja di depannya dihajar," kata Abdul saat dihubungi TribunJakarta.com, Kamis malam.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.