Jumat, 29 Agustus 2025

Kabinet Jokowi

Pertemuan Surya Paloh dengan Sohibul Iman Disebut Wujud Meneladani Jokowi

Pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden PKS Sohibul Iman dinilai meneladani Presiden Jokowi.

(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Presiden Jokowi, Surya Paloh, Sohibul Iman 

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, dilansir melalui Kompas.com.

Willy menuturkan, sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Eddy Soeparno terkait rencana pertemuan ini.

"Dengan PAN kita akan ketemu akhir November. Sementara saat ini kita lagi sibuk sebab akan menggelar hajatan kongres pada pekan depan," ujar Willy, Sabtu (2/11/2019).

Ketua DPP Nasdem Bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019).
Ketua DPP Nasdem Bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019). (Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda)

Willy mengungkapkan akan mengundang semua parpol saat kongres pekan depan.

Kemudian, setelah kongres barulah Partai Nasdem akan menyusun jadwal pasti pertemuan dengan PAN.

"Nanti dalam waktu dekat akan kami sampaikan (jadwal pertemuannya)," lanjut Willy.

Selain menggelar pertemuan dengan PAN, Partai Nasdem juga berencana bertemu dengan Partai Demokrat.

Namun, untuk agenda tersebut belum ada kepastian kapan akan direalisasikan.

Willy menyebut rencana bertemu dengan Partai Demokrat masih dalam tahap diagendakan.

"Dengan Demokrat Insya Allah tapi masih dilihat waktunya. Sejauh ini masih agenda. Makanya tadi saya bilang masih tentatif. Tapi dengan PAN kita sudah berkomunikasi. Waktunya sudah ada ya, tinggal kapan the day-nya yang belum," tambah Willy menegaskan.

Seusai bertemu dengan PKS, kini Nasdem berencana untuk melakukan pertemuan dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga berada di luar pemerintahan.

Partai Nasdem yang menjadi bagian dari koalisi pendukung pemerintah dianggap bermanuver dan berupaya membangun poros politik baru.

Sementara itu Wakil Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Arif Wibowo menegaskan bahwa seluruh parpol koalisi pendukung pemerintah untuk taat asas, menjaga sikap dan berpolitik secara etis.

"Kami meminta kepada semua partai koalisi untuk taat asas, untuk menjaga sikap dan tindakan yang etis sebagai partai koalisi pemerintahan," ujar Arif, Kamis (31/10/2019), dikutip dari Kompas.com.

Ia juga mengungkapkan tidak seharusnya politik dua kaki dilakukan.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan