Menko Polhukam Mahfud MD Hadiri Konferensi Internasional di Melbourne, Paparan Soal Terorisme

Mahfud MD memaparkan unia teknologi informasi dan komunikasi memudahkan orang di seluruh dunia untuk melakukan transaksi keuangan melalui internet.

Menko Polhukam Mahfud MD Hadiri Konferensi Internasional di Melbourne, Paparan Soal Terorisme
Istimewa
Menko Polhukam Mahfud MD bersama Mendagri Australia Peter Dutton dalam pertemuan bilateral Indonesia - Australia di Melbourne, Kamis (7/11/2019). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo 

TRIBUNNEWS.COM, MELBOURNE - Hanya beberapa jam berhenti di Jakarta pada Selasa (6/11/2019) setelah menghadiri KTT ASEAN dan East Asia Summit di Bangkok, Thailand, Rabu (6/11/2019) Menko Polhukam Mahfud MD langsung terbang ke Melbourne Australia.

Di Negeri Kanguru tersebut Mahfud MD hadir bersama 77 menteri dari negara-negara di lima benua untuk menghadiri konferensi tentang "No Money For Terror".

Pada acara pleno pertama, Kamis (7/12/2019) jam 10, Mahfud MD tampil bersama panelis dari Australia dan Norway untuk menyampaikan pandangan negaranya tentang manfaat dan bahayanya transfer uang di era digital seperti sekarang.

Baca: Bahas soal RUU KUHP, Mahfud MD: Enggak Mungkin Langsung Setuju Semua

Baca: Tanggapi Polemik Cadar dan Celana Cingkrang dengan Teori, Mahfud MD: Menag Mungkin Punya Sumber Lain

Menko Polhukam Mahfud MD memaparkan sekarang ini dunia teknologi informasi dan komunikasi memudahkan orang di seluruh dunia untuk melakukan transaksi keuangan melalui internet dengan sangat instan.

"Hal itu pada satu sisi memang menolong umat manusia untuk lebih mudah menyelesaikan urusan-urusan keuangannya, termasuk cara berbisnis secara instan," ungkap Mahfud MD kepada Tribunnews.com.

Mahfud MD bersama para menteri bidang politik dari 77 negara pada Konperensi
Mahfud MD bersama para menteri bidang politik dari 77 negara pada Konperensi "No Money For Terror" di Melbourne, Kamis (7/11/2019). (Istimewa)

Tetapi pada sisi lain kemajuan IT itu sering juga digunakan oleh kelompok teroris untuk kegiatan terorisme, seperti transfer uang untuk jual beli senjata secara ilegal, pelatihan militer swasta untuk kelompok teroris dan lain-lain.

Transaksi semacam itu sulit dicegah secara administrasi tetapi berbahaya karena berarti memberi pupuk bagi terorisme.

Seluruh dunia menghadapi ancaman transaksi finansial kaum teroris yang seperti itu.

Baca: Sempat Mengira Jabat Jaksa Agung, Mahfud MD Sudah Berencana Lakukan Hal Ini untuk KPK, tapi Tak Jadi

Baca: Polemik Cadar dan Celana Cingkrang: Ini Tanggapan Para Tokoh, Ibas Yudhoyono hingga Mahfud MD

"Itulah sebabnya konferessi 'No Money For Terror' menjadi sangat penting untuk menggalang kebersamaan antarnegara dalam mengadang mengalirnya uang untuk terorisme," kata Mahfud MD.

Menko Polhukam yang juga Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 itu selain menghadiri konferensi tersebut juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Mendagri Australia Peter Dutton dan Menlu Ausralia Marise Payne.

Mahfud MD juga dijadwalkan mengisi dialog kebangsaan dengan masyarakat Indonesia di Australia di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne pada Jumat (8/11/2019) jam 18.00 untuk selanjutnya bertolak ke Jakarta pada Sabtu (9/11/2019) pagi.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved