Minggu, 31 Mei 2026

Dicecar Anggota Komisi I DPR, Prabowo Tolak Beberkan Anggaran Kemenhan Secara Terbuka

Rapat Kerja antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan jajaran Komisi I DPR RI, sempat diwarnai perdebatan

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Capture Kompas TV
Menteri Pertahananan RI Prabowo Subianto pada rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di gedung parlemen Jakarta, Senin (11/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rapat Kerja antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan jajaran Komisi I DPR RI, sempat diwarnai perdebatan terkait jalannya rapat apakah berlangsung terbuka atau tertutup, Senin, (11/11/2019).

Perdebatan dipicu pertanyaan Anggota Komisi 1 dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon yang mengatakan bahwa pemaparan Prabowo soal anggaran pertahanan tidak rinci.

"Saya ingin meminta sekaligus dipaparkan karena di sini ada dukungan anggaran. Tapi saudara Menhan tadi tidak menyinggung, hanya visi-misi dan itu juga masih visioner. Jadi dukungan anggarannya seperti apa, karena di sini ada. Tolong disampaikan," kata Effendi.

Baca: Politikus PKB Minta Anggota Komisi I DPR RI Bertepuk Tangan untuk Menhan Prabowo karena Hal Ini

Pertanyaan Effendi tersebut kemudian ditimpali oleh anggota Komisi 1 fraksi PKS Syaifullah Tamliha.

Menurut Tamliha bahwa berdasarkan kesepakatan mengenai teknis anggaran sifatnya tertutup.

Hal itu kemudian diamini Prabowo bahwa masalah anggaran tidak bisa disampaikan secara terbuka.

"Saya kira demikian. Saya katakan mengenai yang rinci, bersifat teknis dan anggaran saya mohon tertutup. Kita akan sampaikan, kita akan bahas," kata Prabowo.

Baca: Diminta PDIP Buka Anggaran Kemenhan, Prabowo Subianto: Kalau Saya Ditekan, Tak akan Saya Lakukan

Mendapatkan jawaban tersebut Effendi masih berkeras bahwa rapat sudah kadung terbuka. Sebaiknya Prabowo memaparkan secara rinci anggaran pertahanan itu.

"Tapi ini terbuka, bagaimana ini tetutup? Ini terbuka ini pimpinan. Sebentar, selazimnya Menhan itu menyampaikan apa yang menjadi program kerjanya termasuk dukungan anggarannya, bahwa nanti misalnya kita ingin bahas ini tertutup, ya itu kesepakatan kita. Tapi di bahan ini sudah terbuka," katanya.

Menurut Effendi masalah anggaran bukan tergolong rahasia. Jumlah anggaran pertahanan sudah diketahui kurang lebih 131 triliun. Sehingga menurutnya tidak ada alasan untuk tidak menjelaskan rinci anggaran pertahanan.

"Pimpinan, tolong disampaikan di sini, apa urgensinya kemudian disembunyikan anggarannya. Ada apa sih?' katanya.

Baca: Menhan Prabowo: Doktrin Pertahanan dan Keamanan Indonesia Defensif, Bukan Ofensif

Effendi juga mengatakan bahwa tidak hanya soal anggaran, soal rencana kerja serta kesiapan pertahanan juga harus dijelaskan secara rinci. Menurutnya lembaga legislatif merupakan lembaga terbuka.

"Ini forum terbuka, forum rapat terbuka. Sekarang anggaran belanja seluruh dunia terbuka di website kok. Di mana ditertutupin lagi," katanya.

Prabowo kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa menjelaskan secara terbuka di depan umum soal rencana dan kesiapan pertahanan. Ia bersedia menjelaskan hanya di depan komisi 1 saja, tapi tidak dalam rapat terbuka.

"Begini saudara Effendi, soal anggaran terbuka, tapi soal kemampuan dan kesiapan itu tidak boleh terbuka. Nah kadang-kadang kesiapan dan kemampuan itu berkaitan dengan anggaran," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved