Rabu, 27 Mei 2026

Jokowi dan Surya Paloh Disebut Saling Sindir, Pengamat: Malah Bagus, Ini Progres Demokrasi Indonesia

Pengamat dari UGM sebut saling sindir Jokowi dan Surya Paloh bagus lantaran memberi kesadaran masyarakat soal fenomena politik dua kaki dalam koalisi.

Tayang:
Penulis: Ifa Nabila
YouTube Talk Show tvOne
Direktur Presidential Studies Decode UGM Nyarwi Ahmad menganggap fenomena saling sindir Jokowi dan Surya Paloh justru bagus lantaran menunjukkan progres demokrasi di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai NasDem disebut saling sindir setelah pertemuan Surya dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman pada 30 Oktober 2019 lalu.

Direktur Presidential Studies Decode UGM, Nyarwi Ahmad menganggap fenomena ini justru bagus lantaran menunjukkan progres demokrasi di Indonesia.

Dilansir Tribunnews.com, hal tersebut disampaikan Nyarwi dalam tayangan 'Apa Kabar Indonesia' unggahan kanal YouTube Talk Show tvOne, Minggu (10/10/2019).

Nyarwi menganggap fenomena saling sindir ini justru menandakan adnaya dialog antar politisi di negeri ini meski dengan jalan sindiran.

"Sebenarnya ini bagus ya, artinya ada progres bagus di Indonesia. Kenapa? Politisi saling berdialog," ujar Nyarwi.

"Paling tidak, walaupun mereka (dengan jalan saling sindir)," tambahnya.

Bagi Nyarwi, saling sindir ini menunjukkan kedua tokoh itu bisa menyampaikan unek-uneknya ke masyarakat.

Nyarwi menyebut masyarakat juga menunggu adanya interaksi antar elite politik, misalnya dengan peristiwa saling sindir ini.

"Ya itu kan pada akhirnya menyampaikan ekspresinya di publik kan," kata Nyarwi.

"Nah paling tidak kita kan selama ini berharap juga, elite-elite itu ada statement dari si A menyampaikan ini, kemudian muncul, entah sifatnya setuju atau tidak setuju," sambungnya.

Sindiran Jokowi terhadap Surya Paloh memunculkan kesadaran publik soal bagaimana selama ini koalisi berjalan.

"Tapi apa yang ingin ditonjolkan?" tanya pembawa acara Gina Fita.

"Nah kalau itu misalnya yang ditanyakan kan misalnya Pak Jokowi menanyakan komitmen koalisi," jawab Nyarwi.

"Nah ini menjadi persoalan isu pelembagaan politik di Indonesia kan, bagaimana selama ini koalisi misalnya itu dilakukan, baiknya."

Selain itu, masyarakat juga menjadi sadar tentang fenomena yang disebut sebagai politik dua kaki, yakni ketika pihak koalisi menjalin kerja sama dengan oposisi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved