Breaking News:

Jokowi Minta Menteri Ubah Pola Pikir Dari Dilayani Jadi Melayani

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menyinggung persoalan pemangkasan jumlah eselon menjadi dua, yang saat ini sedang dipersiapkan aturannya oleh Keme

(KOMPAS/WISNU WIDIANTORO)
Presiden Joko Widodo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta menteri dan kepala lembaga Kabinet Indonesia Maju, untuk mengubah pola pikirnya menjadi pelayanan masyarakat.

"Sebaik apapun peraturan, regulasi, jika orientasi birokrasi belum berubah, maka akan menjadi masalah yang berkaitan dengan kecepatan, yang berkaitan dengan sumbatan," ujar Jokowi dalam rapat terbatas Program Cipta Lapangan Kerja di kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Oleh sebab itu, kata Jokowi, semua pihak harus melakukan reformasi birokrasi secara besar-besaran disetiap kementerian maupun lembaga negara, sembari memangkas regulasi yang dinilai sebagai penghambat.

"Perlu mengubah cara kerja yang manual, analog, ke cara-cara kerja digital, mengubah mindset (pola pikir) dari dilayani menjadi melayani," ucap Jokowi.

Baca: Gibran Rakabuming: Kalau Dinasti Politik, Mungkin Saya Kemarin Minta Jadi Menteri

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menyinggung persoalan pemangkasan jumlah eselon menjadi dua, yang saat ini sedang dipersiapkan aturannya oleh Kementerian PAN/RB.

"Dan yang tidak kalah pentingnya adalah mengubah orientasi prosedur ke orientasi hasil, jangan sampai masih bertele-tele di prosedur tapi goalnya hasilnya justru tidak dilihat," tutur Jokowi.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved