Bom di Polrestabes Medan

Stanislaus Riyanta: Serangan Bom di Medan Dipicu Tewasnya Pemimpin ISIS, Muncul Aksi Balas Dendam

bom di medan terjadi karena ISIS balas dendam atas kematian pimpinannya. serangkaian teror bom terjadi di Indonesia. termasuk Kartasura Solo

Stanislaus Riyanta: Serangan Bom di Medan Dipicu Tewasnya Pemimpin ISIS, Muncul Aksi Balas Dendam
Kompas TV - Wikipedia
Pelaku bom bunuh diri di Medan dan Abu Bakr al-Baghdadi 

TRIBUNNEWS.COM - Aksi teror bom yang terjadi di Medan, mendapat banyak perhatian dari berbagai macam pihak.

Pengamat Intelijen dan Keamanan UI Stanislaus Riyanta mengatakan fenomena yang dilakukan ISIS lebih menyerang ke simbol - simbol negara sebagai wujud balas dendam.

Rupanya, hal ini sudah diprediksi pasca kematian pimpinan ISIS yang lalu.

"Ini sudah diprediksi. Pasca kematian Abubakar Al Baqdadi, akan memicu aksi balas dendam," tuturnya

Dia kemudian mencontohkan kasus yang dialami Wiranto di Pandeglang.

Menurutnya hal tersebut terjadi karena pihak aliansi ISIS merasa terdesak karena pimpinannya tertangkap di Bekasi.

"Kasus pak wiranto dua orang dia terdesak, karena pimpinannya tertangkap di Bekasi. Mereka lari ke Pandeglang dan melakukan aksi ke pak Wiranto," jelasnya.

Dilansir melalui tayangan YouTube Najwa Shihab, meski pelaku belum terdeteksi apakah merupakan pelaku tunggal atau kelompok, kasus seperti bom di medan merupakan hal yang berbahaya.

"Permasalahannya adalah, kelompok atau tunggal, pelaku melakukan aksi terorisme berbahaya,"

Stanislaus Riyanta mengatakan justru pelaku tunggal lebih berbahaya karena pergerakannya tidak mudah dideteksi.

Halaman
1234
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved