Jumat, 5 Juni 2026

Ahok Masuk BUMN

Politikus PKB: Ahok Harus Buktikan Memang Bisa Kerja Bukan Cuma Bicara

Syaikhul Islam Ali mengapresiasi penunjukkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB Syaikhul Islam Ali mengapresiasi penunjukkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina oleh Kementerian BUMN.

"Pertamina memang butuh sosok 'gila' untuk jadi lebih besar dan mungkin Presiden berpikir sosok itu adalah Ahok," ujar anggota Komisi Energi, Riset dan Teknologi, serta Lingkungan Hidup tersebut ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (22/11/2019).

Setelah ditunjuk, kata dia, kinerja Ahok ditunggu untuk memperbaiki Pertamina menjadi lebih baik dan mampu bersaing dengan perusahaan bidang yang sama di dunia.

Baca: Guntur Romli: Untuk Pegawai Pertamina yang Menolak Ahok Sebaiknya Mundur

Melalui kinerjanya, dia menjelaskan, Ahok menjawab keraguan sejumlah pihak atas kemampuannya.

"Patut ditunggu kinerjanya. Selama ini banyak yang menganggap Ahok cuma besar mulut saja. Ahok harus buktikan kalau dia memang bisa kerja bukan cuma bicara," katanya.

Lebih lanjut ia menyarankan agar Ahok fokus menjadikan Pertamina sebagai perusahaan berkelas dunia.

"Fokus saja jadikan Pertamina World Class company," jelasnya.

Terakhir ia menyarankan Ahok bersikap profesional dengan mundur dari keanggotannya dari PDI Perjuangan.

Baca: Resmi Menjabat Komisaris Utama Pertamina, Berapa Gaji yang akan Diterima Ahok?

"Kalau Ahok profesional harus mundur dari partai dong," ucapnya.

‎Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohit menyebut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan menjadi komisaris utama PT Pertamina (Persero).

"Insya Allah sudah putus dari beliau, pak Basuki (Ahok) akan jadi komisaris utama Pertamina," ujar Erick di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Baca: Respons Sekjen PDIP Soal Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina: Tidak Harus Mundur Dari Partai

Menurutnya, posisi Ahok nantinya akan didampingi oleh Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin sebagai wakil komisaris Pertamina.

Sementara posisi direktur keuangan Pertamina, kata Erick, akan diisi oleh Ema Sri Martini yang saat ini masih duduk sebagai Direktur Utama PT Telkomsel.

"Sedangkan Pahala Mansury (sekarang direktur keuangan Pertamina) akan menjadi direktur utama BTN dan komisaris utama Pak Chandra Hamzah," ucap Erick.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved