Eksklusif Tribunnews

Tri Rismaharini, Wali Kota Rasa Menteri

Saya jadi wali kota juga nggak minta. Bahkan saya berdoa untuk nggak jadi. Soalnya tanggung jawabnya berat.

Tri Rismaharini, Wali Kota Rasa Menteri
TRIBUN/DANY PERMANA
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) berfoto bersama Newspaper Director Regional News KG Media Febby Mahendra Putra (kiri) saat berkunjung ke Redaksi Tribun Network di Palmerah, Jakarta, Kamis (21/11/2019). Risma yang baru saja berulang tahun ke-58 pada Rabu 20 November, memaparkan apa yang telah dicapainya di Kota Surabaya. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Banyak orang ingin dipilih menjadi menteri atau masuk ke dalam kabinet. Namun Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yang kerap disapa Risma, ternyata tak tertarik menjadi pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabinet Indonesia Maju.

Padahal Risma sempat ditawari Megawati Soekarnoputri untuk menjadi menteri mewakili PDI Perjuangan. Alasan penolakan selalu sama, ingin menyelesaikan tugas sebagai Wali Kota Surabaya hingga Februari 2021 mendatang.

Pada detik-detik menjelang penjaringan dan pengumuman anggota kabinet tepatnya 20 Oktober 2019, ia kembali dihubungi petinggi PDI perjuangan yaitu Puan Maharani, putri Megawati yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan. Namun Risma tak berubah sikap

Berikut petikan wawancara eksklusif Tribunnews Network dengan Tri Rismaharini ketika ia mengunjungi kantor Tribunnews Network di Jakarta, Kamis (21/11).

Benarkah Anda pernah ditawari Jokowi untuk menjadi menteri, bisa diceritakan?
Yang menawari itu bukan Pak Jokowi. Tawaran itu disampaikan Bu Mega (Megawati Soekarnoputri). Terus ada anggapan Bu Mega bisa mengatur siapa menteri Pak Jokowi.

Bukan begitu kondisinya. PDI Perjuangan kan partai pendukung Pak Jokowi, jadi berhak mendapat jatah menteri. Iya kan? Nah kemudian saya ditawari oleh Ketua Umum PDI Perjuangan.  Saya diminta jadi menteri wakil dari PDI Perjuangan. Jadi jangan salah lho. Bukan Bu Mega yang mengatur-ngatur Pak Jokowi dalam memilih menteri lho.

Mengapa kok tidak bersedia membantu Presiden?
Ya saya ingin menyelesaikan dulu tugas (sebagai Wali Kota Surabaya). Saya juga sudah sampaikan ke Pak Jokowi keinginan saya menyelesaikan tugas itu.

Baca: Kata Risma soal Suporter Persebaya: Bonek Paling Fanatik, Bukan Paling Brutal

Setelah selesai jadi Wali Kota Surabaya, bersediakah?
Ya saya nggak tahu nanti bagaimana.

Pada waktu itu tawarannya jadi menteri apa?
Ya belum ada, wong saya sudah bilang nggak mau. Bu Mega bilang begini,"Mbak seandainya jadi menteri bagaimana?" Saya jawab, "Nggak Bu, saya nggak mau." Terus Bu Mega bilang lagi, "Wis nanti dijawab, pokoknya sebelum 1 Oktober." Saya tegaskan lagi, "Nggak Bu."

Baca: Tri Rismaharini Pernah Ditawari Jatah Menteri dari PDI Perjuangan

Kemudian pada 1 Oktober saya ada acara di New York sama Korea. Eh ditelepon lagi tanggal 20 Oktober, saat saya sedang di Jerman. Mbak Puan (Puan Maharani, Ketua DPP PDI Perjuangan) yang telepon.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved