Kasus Novel Baswedan

Saut Situmorang: Teror Novel Baswedan Benar Terjadi, Saya Juga Alami Teror

Menurut Saut, teror terhadap pegawai KPK adalah hal yang sering terjadi. Dia dan pimpinan lainnya tak lepas dari serangan terror itu.

Saut Situmorang: Teror Novel Baswedan Benar Terjadi, Saya Juga Alami Teror
Tribunnews.com/ Lusius Genik
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat ditemui di gedung penunjang, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyatakan serangan air keras terhadap penyidik Novel Baswedan benar-benar terjadi.

Menurut Saut, teror terhadap pegawai KPK adalah hal yang sering terjadi. Dia dan pimpinan lainnya tak lepas dari serangan terror itu.

"Saya mengalami, pimpinan yang lain mengalami dengan berbagai macam motif," kata Saut kepada wartawan, Sabtu (23/11/2019).

Baca: Respons Saut Situmorang Soal Komjen Firli Bahuri Tak Perlu Mundur dari Polri Saat Jadi Ketua KPK

Pernyataan Saut itu menanggapi terkait sejumlah pihak yang menganggap kasus penyiraman air keras terhadap Novel adalah rekayasa.

Politikus PDIP Dewi Tanjung, bahkan melaporkan tudingan rekayasa itu ke Polda Metro Jaya.

Dewi dilaporkan balik dengan tuduhan laporan bohong oleh pihak Novel Baswedan.

Saut pun mengaku ngeri membayangkan teror yang terjadi pada Novel. Ia mengatakan tak bisa membayangkan kalau hal itu sampai terjadi kepada dirinya.

Baca: Badan Amal Islam KPK Enggan Berkomentar Mengapa Undang Ustaz Abdul Somad

"Saya enggak kebayang kalau kejadian itu terjadi pada saya, kemudian dibilang rekayasa. Kejam banget orang itu," kata Saut.

Ia mendesak pemerintah dan kepolisian segera menuntaskan kasus serangan terhadap Novel dan pegawai KPK lainnya. Menurutnya, kalau kasus ini tak terungkap, maka akan terjadi kasus-kasus teror lainnya.

Selain itu, kata Saut, wajah pemerintah akan tercoreng apabila kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan sampai tak terungkap.

"Jangan sampai muncul kesan, bahwa begitulah cara Indonesia menyelesaikan teror terhadap penegak hukumnya sendiri," katanya.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved