Dukung Para Seniman, PDIP Tolak Revitalisasi Taman Ismail Marzuki

Hasto menyebut akan mendukung para seniman yang menilai keras dibangunnya hotel bintang lima di TIM.

Dukung Para Seniman, PDIP Tolak Revitalisasi Taman Ismail Marzuki
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyantodi sela-sela kunjungannya di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (23/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan partainya menolak upaya revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Hasto menyebut akan mendukung para seniman yang menilai keras dibangunnya hotel bintang lima di TIM. Pasalnya, TIM dianggap sebagai pusat peradaban dan kebudayaan yang harus dilindungi.

"Kami sangat memahami dan mendukung sikap para seniman, sehingga TIM dengan sejarahnya yang begitu panjang dan bagian dari pusat kebudayaan kita, sebaiknya tidak boleh dibangun hotel bintang lima maupun bintang sepuluh," ujar Hasto, ditemui pasca membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPC PDIP Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (24/11/2019).

Hasto memastikan akan mendukung penolakan dari para seniman. Menurutnya TIM sendiri adalah tempat bersejarah dan salah satu ruang kreativitas yang erat dengan jati diri bangsa.

Oleh karenanya, pria kelahiran Yogyakarta tersebut akan memerintahkan Fraksi PDI Perjuangan di DPRD DKI Jakarta untuk melakukan dialog guna menentang revitalisasi.

Meskipun revitalisasi tersebut sudah termaktub dalam Peraturan Gubernur, Hasto meyakini belum terlambat bila pihaknya berusaha menggagalkan upaya tersebut.

"Kami akan mendorong fraksi PDIP di DPRD DKI melakukan dialog-dialog. Belum terlambat untuk menyatakan sikap di dalam mendukung apa yang disuarakan oleh para seniman tersebut," tandasnya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo akan merevitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat pada 2019. Revitalisasi kawasan TIM sendiri merupakan pelaksanaan dari Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 63 Tahun 2019.

Sejumlah seniman pun menolak dan mempertanyakan rencana pembangunan hotel di TIM. Hingga akhirnya sempat terjadi cekcok antara seniman dengan pejabat Pemprov DKI yang menyosialisasikan revitalisasi kawasan TIM itu.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved