Kabinet Jokowi

Pengusaha Jepang Menilai Positif Menteri Muda di Kabinet Jokowi

Pengusaha Jepang menyambut baik keberadaan menteri muda di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024.

Pengusaha Jepang Menilai Positif Menteri Muda di Kabinet Jokowi
Kolase/Kompas.TV/Kompas.com/Ihsanuddin
Tanggapan Wishnutama, Erick Thohir, dan Nadiem Makarim saat Ditunjuk Menjadi Menteri Kabinet Jokowi 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pengusaha Jepang menyambut baik keberadaan menteri muda di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024

Namun tentu ada pula yang kaget karena dianggap terlalu muda, masih berusia 30-an sudah jadi menteri.

"Selamat ya kabinet Jokowi yang baru semoga tambah sukses Presiden Indonesia terutama dalam kaitan hubungan dengan Jepang semoga bertambah baik," ungkap Yasuo Ichimura, CEO Xima Corporation kepada Tribunnews.com, Selasa (26/11/2019).

Meskipun demikian Ichimura mengaku kaget melihat susunan anggota kabinet Jokowi banyak menteri yang masih muda-muda.

Baca: Agnez Mo Buka Suara Terkait Pernyataannya yang Ngaku Tak Berdarah Indonesia

Baca: Ucapan Agnez Mo Ramai Hingga Trending di Twitter, Eks Rezky Aditya: Aku Tak Memiliki Darah Indonesia

Baca: Cerita Dipha Barus Soal Cita-citanya untuk Kebudayaan Indonesia

"Tapi saya kaget juga banyak menteri muda umur 30-an. Kita lihat saja prestasi kerja mereka dalam lima tahun ke depan," kata Yasuo Ichimura.

Ichimura memberikan semangat dan berharap mereka yang muda bisa lebih berprestasi dan menghasilkan karya nyata bagi bangsa Indonesia nantinya.

"Semoga saja menteri yang muda memberikan semangat dan pengaruh yang lebih positif lebih baik bagi kemajuan Indonesia di masa mendatang," kata Yasuo Ichimura.

Pengusaha besar lain yang tak mau disebutkan namanya juga menyatakan hal serupa.

"Hebat ya Indonesia bisa memunculkan menteri yang usianya muda 30 tahunan. Apa mereka bisa bekerja dengan baik? Moga saja lancar semua dan bertambah baik Indonesia nantinya," kata dia.

Yang terpenting bagi Indonesia menurutnya, untuk menghilangkan korupsi di dunia bisnis yang sangat mengganggu.

"Bisnis saya lancar setelah kerja sama baik dengan para petugas di lapangan. Namun tentu akhirnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk kerja sama tersebut," kata dia.

Dia berharap dengan kabinet baru yang banyak anak mudanya, berbagai hal bisa diperbaiki termasuk menekan serendah mungkin korupsi di Indonesia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved