Bongkar Cara Main Mafia Migas, Said Didu: Mafia Bekerja di dalam Regulasi, Bukan Melawan Hukum!

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M. Said Didu menceritakan cara kerja mafia yang ada di BUMN. Menurutnya, mafia berkeliaran di dalam regulasi.

Bongkar Cara Main Mafia Migas, Said Didu: Mafia Bekerja di dalam Regulasi, Bukan Melawan Hukum!
Twitter @msaid_didu
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M. Said Didu menceritakan cara kerja mafia yang ada di BUMN. Menurutnya, mafia berkeliaran di dalam regulasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu menegaskan adanya mafia minyak dan gas (migas) yang masih berkeliaran dalam Pertamina.

Ia membantah adanya anggapan dari beberapa pihak yang mengatakan mafia merupakan hantu yang dibuat.

Said Didu pun menceritakan bagaimana mafia tersebut dapat bermain di dalam pengadaan minyak dan gas.

Dirinya setuju dan mendukung jika Menteri BUMN Erick Tohir bersama Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama  mempunyai misi untuk serius memberantas mafia migas di Indonesia.

Namun, dirinya juga mengatakan jika Basuki Tjahaja Purnama yang kerap disapa Ahok tersebut gagal maka Ahok pun merupakan bagian dari mafia itu sendiri.

Menurut Said Didu dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne, Selasa (26/11/2019) mengatakan adanya pembahasan mafia migas pun sangatlah penting.

"Dari tadi tidak ada yang mau membahas bagaimana cara mafia bekerja. Ini penting karena selalu ada yang menyatakan mafia ini tidak ada. Itu adalah hantu yang dibikin. Saya katakan ada," ungkap Said Didu membuka dan menegaskan.

Dirinya menyebut bahwa cara bekerja seorang mafia adalah di dalam regulasi dan bukan melawan hukum.

"Dan caranya bekerja mafia itu adalah selalu bekerja di dalam regulasi, bukan melawan hukum. Jadi dia mengobjektifkan kepentingan subjektif dia," sambungnya.

Lebih lanjut dirinya menceritakan perhitungan subsidi migas tidak memakai 3 spot minyak.

Halaman
123
Penulis: Nidaul 'Urwatul Wutsqa
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved