Kasus Novel Baswedan

Jokowi Didesak Copot Kapolri Idham Azis Jika Tak Bisa Ungkap Kasus Novel Baswedan

Jokowi telah memberikan tenggat waktu kepada Kapolri Idham Azis untuk menyelesaikan kasus tersebut hingga awal Desember.

Jokowi Didesak Copot Kapolri Idham Azis Jika Tak Bisa Ungkap Kasus Novel Baswedan
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Kapolri Jendral Pol Idham Azis di ruang konferensi pers kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019). Idham mengunjungi kantor KPK untuk bersilaturahmi sekaligus membangun sinergi Polri dengan lembaga-lembaga atau kementrian di Indonesia. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi agar mencopot Jenderal Polisi Idham Azis dari jabatan Kapolri.

Hal itu sebagai ungkapan karena kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tak kunjung tuntas.

"Presiden Joko Widodo harus mencopot Kapolri Idham Azis apabila tidak dapat menemukan aktor pelaku lapangan, aktor intelektual dan motif penyerangan," kata perwakilan koalisi Saleh Al Ghifari kepada wartawan, Selasa (3/12/2019).

Baca: Imbas Penyiraman Air Keras, Novel Baswedan Mengaku Kini Naik Mobil Dinas KPK

Apalagi, hingga hari ke-970 kata Saleh, Presiden Jokowi belum kunjung memberikan keadilan pada Novel Baswedan.

Padahal, Jokowi telah memberikan tenggat waktu kepada Kapolri Idham Azis untuk menyelesaikan kasus tersebut hingga awal Desember.

"Namun, pada kenyataannya tidak ada sama sekali perkembangan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi untuk mengungkap siapa aktor di balik penyerangan Novel Baswedan," kata Saleh.

Baca: Wadah Pegawai KPK Tunggu Janji Jokowi Ungkap Kasus Novel Baswedan Awal Desember

Saleh menjelaskan, hingga saat ini, kepolisian sudah membentuk tiga tim untuk mengusut kasus Novel. Namun, banyaknya tim itu tidak linear dengan hasil kerja yang sudah memakan waktu selama dua tahun delapan bulan.

"Apalagi Kapolri saat ini yaitu Idham Azis merupakan ketua dalam tiga tim yang telah dibuat," katanya.

Koalisi menganggap, dengan tidak terselesaikannya kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, hal itu menjadi bukti nyata Jokowi tidak memiliki komitmen terhadap pemberantasan korupsi.

"Khususnya perlindungan bagi pembela Hak Asasi Manusia," kata Saleh.

Koalisi pun menuntut Presiden Jokowi untuk segera menyampaikan hasil pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Sebelumnya, Juru bicara Istana Fadjroel Rachman mengatakan belum mengetahui laporan terbaru dari Kapolri Idham Azis kepada Presiden Jokowi terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

"Nanti dicek dulu deh ke Pak Idham Azis. Karena kan diserahkan ke Pak Idham," kata Fadjorel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved