Breaking News:

Posisi Kabareskrim Kosong, Polri: Tak Berpengaruh pada Pengungkapan Kasus Novel Baswedan

Menurut Iqbal, pihaknya masih terus bekerja untuk mengungkap kasus yang telah membuat satu mata Novel rusak tersebut.

Vincentius Jyestha
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen (Pol) Muhammad Iqbal memastikan kekosongan kursi Kabareskrim selama satu bulan terakhir tidak berpengaruh dalam pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Menurut Iqbal, pihaknya masih terus bekerja untuk mengungkap kasus yang telah membuat satu mata Novel rusak tersebut. Karenanya, ia optimistis kasus itu bisa terungkap.

"Sama sekali tidak (berpengaruh). Tim bekerja maksimal. Tunggu saja, ini masalah waktu. Insha Allah kita sangat optimis," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).

Lebih lanjut, Iqbal menambahkan, saat ini masih ada Wakabareskrim serta beberapa direktur yang bisa mengungkap penyerangan Novel. Sebaliknya ia kembali menegaskan bahwa kosongnya posisi Kabareskrim tidak berpengaruh dalam pengusutan kasus Novel Baswedan.

"Sama sekali tidak. (Dipimpin) Wakabareskrim dan beberapa direktur," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, seusai ditetapkan sebagai Kapolri dalam rapat paripurna DPR, pada 31 Oktober 2019, Idham sempat melontarkan janji akan menunjuk penggantinya usai dilantik.

Penunjukan Kabareskrim baru juga tak lepas dari janji Idham untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Namun, nyatanya, belum ada tanda-tanda siapa perwira tinggi (pati) yang akan menduduki jabatan tersebut hingga saat ini.

Idham sebenarnya sudah melakukan rotasi jabatan pertamanya sebagai Kapolri.

Bahkan, Idham juga telah memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pati dari rotasi pertamanya pada 19 November 2019.

Namun, dalam surat telegram bernomor ST/3020/XI/KEP/2019 tertanggal 8 November 2019, tidak ada posisi Kabareskrim.

Sejumlah jabatan yang dirotasi antara lain, Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam), Kapolda Sumatera Selatan, Kapolda Kalimantan Timur, Koorsahli Kapolri, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, hingga Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.

Berita Populer
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved