Kamis, 16 April 2026

Respons Sejumlah Tokoh Sikapi Keputusan Bobby Nasution Maju Pilkada, Moeldoko hingga Andre Rosiade

Bobby telah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota Medan, secara langsung, ke DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Sumut

Editor: Ifa Nabila
Instagram @andrerosiade dan @ayangkahiyang
Kolase foto Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu - Andre Rosiade. 

Menurut Pangi, tafsir elite akan cendurung mendorong momentum ini untuk dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Tafsir elite mungkin mendorong momentum ini dimanfaatkan dengan baik karena ada momentum yang pas," ujarnya.

Sebelumnya, Pangi menyebut politik akan selalu berbicara soal momentum.

Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menyampaikan tanggapannya terkait bergabungnya keluarga Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution ke kancah politik.
Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menyampaikan tanggapannya terkait bergabungnya keluarga Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution ke kancah politik. (Pangi Syarwi Chaniago)

"Ketika memang momentum itu pas, siapa bisa mengambil alih momentum dan panggung itu menjadi kesempatan yang besar untuk dipilih," jelas Pangi.

Sementara itu, Pangi mengatakan, bagi tafsir publik, kemungkinan akan lebih banyak yang menilai saat ini waktu yang tepat untuk Gibran dan Bobby mencalonkan diri sebagai wali kota.

"Bagi tafsir publik, mungkin juga mengatakan lebih baik jangan dulu," kata Pangi.

"Setelah nanti Pak Jokowi selesai baru maju gitu," sambungnya.

Menurut Pangi, ketika Gibran dan Bobby terjun ke kancah politik pada saat Jokowi masih menjabat sebagai presiden, muncul kekhawatiran publik akan adanya konflik kepentingan.

"Dikhawatirkan terlalu banyak conflic of interest, atau memanfaatkan fasilitas negara, kemudian ada kelompok-kelompok yang sengaja menjerumuskan Pak Jokowi dan keluarganya misalnya pada hal-hal nepotisme," jelasnya.

Memandang dari tafsir elite, menurut Pangi, sejauh ini pencalonan Gibran dan Bobby memang pada momentum politik yang tepat.

Lebih lanjut, Pangi menyampaikan, hal itu sah-sah saja dalam dunia politik

"Kalau tafsir elite, sepanjang ini memang momentum politik yang pas dan ini memang sah-sah saja," kata Pangi.

"Tidak ada soal politik dinasti ini melanggar hukum, nah itu nggak akan menjadi masalah rumit," lanjutnya.

Menurut Pangi, anak dan menantu Jokowi itu berpeluang besar untuk terpilih dalam Pemilihan Wali Kota 2020.

"Kalau kita melihat dua sosok ini, yang satu anaknya Jokowi, yang satu menantunya, peluang mereka terpilih sangat besar," ujarnya.

Sementara itu, menurutnya, hal ini tidak akan menjadi masalah yang rumit sepanjang Jokowi tidak terkesan mengatur atau bahkan menginterferensi majunya Gibran dan Bobby di Pilkada 2020.

Pasalnya hal itu akan menambah keraguan publik untuk dapat memastikan tidak ada konflik kepentingan.

"Tetapi bagaimana kemudian Pak Jokowi untuk tidak terlalu terkesan mengatur, menginterferensi bahkan mendesain atau terkesan seolah-olah memuluskan itu yang agak rumit untuk memastikan tidak terjadi conflic of interest itu di antara orang-orang yang ingin mencari muka," jelas Pangi.

Pangi menyebutkan, Jokowi akan menjadi coat-tail effect bagi Gibran dan Bobby.

"Sejauh ini citra Pak Jokowi masih bagus, Pak Jokowi menjadi coat-tail effect Gibran dan Bobby," jelasnya.

Pangi juga menyampaikan, sosok Jokowi akan sangat mempengaruhi pandangan publik untuk memilih Gibran dan Bobby karena adanya keinginan untuk memilih pemimpin dari keluarga Jokowi.

Sementara itu, ia menuturkan akan tetap ada sebagian sentimen negatif soal Jokowi.

"Walaupun, tetap ada sebagian sentimen negatif, resisten dengan majunya keluarga Jokowi karena mereka khawatir soal dinasti politik dan oligarki yang sedang dibangun keluarga Jokowi," jelasnya.

Mengenal Bobby Nasution

Sosok Bobby Nasution mulai menjadi perbincangan saat mempersunting putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu pada 2017 silam.

Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu dikaruniai seorang anak perempuan bernama Sedah Mirah Nasution, yang lahir pada 1 Agustus 2018.

Bobby Nasution rupanya bukanlah orang sembarangan.

Dilansir Tribunnewsmaker.com, Bobby merupakan anak dari mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (Persero) IV, Erwin Nasution.

Bobby Nasution adalah lulusan dari Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus mengambil pendidikan master.

Sebelum terjun ke dunia politik, Bobby Nasution dikenal sebagai seorang pengusaha.

Ayah Sedah Mirah Nasution itu mengawali karirnya sebagai pengusaha di bidang properti dan bergabung di Takke Group.

Sejak usia 20 tahun, Bobby Nasution ia memulai dengan merenovasi rumah untuk dijual kembali.

Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution, mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota Medan ke DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,Sumatera Utara.
Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution, mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota Medan ke DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,Sumatera Utara. (Instagram @ayanggkahiyang)

Hingga akhirnya ia bisa terlibat dalam pembangunan beberapa rumah dan terlibat proyek Malioboro City di Yogyakarta.

Di Takke Group, Bobby Nasution memiliki saham 10-20 %.

Selain itu, ia juga menjabat sebagai Direktur Marketing sejak November 2016 lalu.

Diketahui, Bobby Nasution juga pernah menjadi manager dari klub sepak bola Medan Jaya.

Tonton video selengkapnya.

(Tribunnews.com/Sinatrya/Theresia Felisiani/Widyadewi Metta Adya Irani)(TribunJakarta/Lusinus Genik)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved