Ridwan Hisjam Klaim Dirinya Bukan Calon Boneka di Pemilihan Ketua Umum Golkar

Dua calon yang akan maju dalam pemilihan ketua umum Golkar tersebut yakni, Airlangga Hartarto serta Ridwan Hisjam.

Ridwan Hisjam Klaim Dirinya Bukan Calon Boneka di Pemilihan Ketua Umum Golkar
TRIBUNNEWS/TAUFIK ISMAIL
Ridwan Hisjam 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) Golkar yang salah satu agendanya pemilihan Ketua Umum Golkar berlangsung anti klimaks. Dari sembilan calon ketua umum Golkar, hanya lima yang lolos seleksi administrasi. Dari lima Calon yang lolos hanya menyisakan dua calon setelah tiga calon lainnya mengundurkan diri, mereka yakni Bambang Soesatyo (Bamsoet), Agun Gunandjar Sudarsa, serta Ali Yahya.

Dua calon yang akan maju dalam pemilihan ketua umum Golkar tersebut yakni, Airlangga Hartarto serta Ridwan Hisjam.

Ridwan mengatakan tetap akan maju dalam pemilihan Ketua Umum Golkar periode 2019-2024. Tidak ada alasan baginya untuk mundur, meskipun peluang untuk menangnya tipis.

“Kenapa saya harus mundur, kecuali kalau saya dinyatakan tidak lolos adminsitrasi,” katanya di lokasi Munas, Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa, (3/12/2019).

Baca: Agun Gunandajar Mundur dari Calon Ketua Umum Golkar Karena Ada Jaminan Airlangga

Ridwan membantah bahwa dirinya merupakan calon 'boneka' yang maju dalam pencalonan agar terkesan Munas Golkar berlangsung dinamis. Ia mengatakan bahwa maju dalam pencalonan karena memiliki visi-misi membawa partai Golkar kembali jaya.

Baca: Nurdin Halid: Bambang Soesatyo Mundur demi Hindari Perpecahan Golkar

“Tidak (calon boneka), meskipun saya kurang dikenal berbeda dengan pak Bamsoet, karena karir saya di partai kebanyakan di daerah, yakni Jawa Timur. Saya maju untuk membawa kejayaan agar partai Golkar kembali berjaya di 2024. Golkar sekarang harus membawa semangat reformasi,” katanya.

Ridwan mengaku belum mendapatkan dukungan dari pemiliki suara lainnya dalam pemilhan Ketua Umum Golkar. Hal itu menurut Ridwan karena ia belum melakukan pendekatan kepada para pemilik suara. Ia baru melakukan komunikasi dengan 56 pemilik suara melalui surat elektronik.

“Saya tahu aturan begitu saya dinyatakan sebagai calon saya baru bekerja. Saya baru dinyatakan sebagai calon, sore tadi. Berbeda dengan Airlangga dia sudah mendapat dukungan karena dia merupakan ketua umum” katanya.

Baca : Gara-gara Prabowo, Panglima TNI & Menlu Ternyata Pernah Kena Marah Presiden RI, Persoalannya Serius

Ridwan mengaku setuju apabila kemudian pemilihan ketua umum Golkar dilakukan dengan Musyawarah. Hanya saja menurutnya hal itu harus melalui proses. Jangan sampai menurutnya pemilihan ketua umum dipaksakan musyawarah, tanpa ada calon lain yang maju melawan petahana.

“Saya sepakat aklamasi tapi tidak boleh ditekan di awal,” kata dia.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved