Erick Thohir Sebut Sandiaga Uno Tak Mungkin Masuk BUMN, Ini Alasannya

Kalau memang Sandiaga memang ingin masuk ke jajaran BUMN maka ia harus mengundurkan diri dari posisi Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra.

Erick Thohir Sebut Sandiaga Uno Tak Mungkin Masuk BUMN, Ini Alasannya
KOMPAS.com / RAKHMAT NUR HAKIM
Menteri BUMN, Erick Thohir 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai mantan Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra sekaligus teman sekolahnya, Sandiaga Uno, tidak mungkin masuk di jajaran BUMN.

Menurutnya itu karena Sandiaga telah memposisikan dirinya sebagai politikus Partai Gerindra.

Selain itu menurutnya, kalau memang Sandiaga memang ingin masuk ke jajaran BUMN maka ia harus mengundurkan diri dari posisi Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra.

Baca: Kekayaan Ari Askhara Capai Rp 29 Miliar, Hanya Miliki 3 Mobil, Tak Ada Motor Gede

Baca: Kasus Harley di Pesawat Garuda, Pakar Hukum: Harus Diteruskan ke Peradilan Pidana

Baca: Direktur Utama Garuda Ari Askhara Dipecat, Warganet Usulkan Susi Pudjiastuti Jadi Pengganti

"Tidak lah, tidak mungkin. Saya rasa Pak Sandi sudah memposisikan dirinya beliau seorang politikus. Beliau sekarang banyak talkshow ke daerah-daerah. Kalau beliau mesti bergabung ke BUMN maka beliau harus mengundurkan diri jadi Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra, padahal baru bergabung lagi," kata Erick di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jakarta Pusat pada Kamis (5/12/2019).

Ketika ditanya apakah selama ini Sandi juga memberikan saran kepadanya terkait BUMN, ia membenarkannya.

Ia pun melanjutkan kalimatnya dengan pertemuan yang baru saja dilakukannya dengan Menko Polhukam Mahfud MD.

"Kalau saran saya rasa sama. Pertemuan Pak Mahfud juga sama, bagaimana saya mendapatkan laporan yang beliau dapatkan dari timnya. Di mana beliau juga memberikan masukan mengenai radikalisasi yang ada di BUMN," kata Erick.

Halaman
Penulis: Gita Irawan
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved