Komnas HAM Ungkap Isi Surat Tagih Kasus Novel ke Kapolri dan Presiden

Choirul Anam mengatakan akan bersurat ke Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menagih pengusutan kasus Novel.

Komnas HAM Ungkap Isi Surat Tagih Kasus Novel ke Kapolri dan Presiden
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, ketika ditemui di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan akan bersurat ke Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menagih pengusutan kasus Novel Baswedan.

"Baru beberapa hari kemarin kami ketemu pengacaranya Novel, kalau bisa minggu ini kami kirimkan (suratnya, - red)," ujar Anam, di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).

Ia kemudian mengungkap kepada awak media isi dari surat tersebut. Menurutnya, Komnas HAM menanyakan sejauh mana pengusutan kasus tersebut bergulir kepada tim gabungan pencari fakta (TGPF) bentukan Kapolri terdahulu Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian.

"Juga menanyakan pada presiden bagaimana mekanisme pengawasannya. Menanyakan pada KPK bagaimana kasus obstruction of justicenya. Kan rekomendasi kami kepada kepolisian sudah dilaksanakan, malah yang belum sama sekali itu KPK," kata dia.

Sementara saat disinggung perlu tidaknya untuk membentuk tim fakta independen mengusut kasus Novel, Anam mengatakan masih menunggu kinerja dari pihak Polri.

"Kita belum tahu sejauh mana kinerja dari tim kemarin ini. Apalagi ini sudah ada Kabareskrim baru, Kapolri baru, katanya mau ada harapan. Jadi ya kita tunggu," tandasnya.

Seperti dikutip Kompas.com, pada 21 Desember 2018, Komnas HAM telah merilis laporan untuk pemantauan atas kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan.

Dalam laporan tersebut, telah ditemukan banyak hal. Terutama adanya penyalahgunaan dalam proses penyidikan kasus tersebut.

Pada 8 Januari 2019, Kapolri saat itu Tito Karnavian membentuk TGPF, tetapi hingga hari ini tim yang dibentuk atas dasar rekomendasi Komnas HAM juga belum berhasil mengungkapkan siapa aktornya, siapa penyerangnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved