Maruf Amin Berharap KPK Intesifkan Kerja Sama dengan 'KPK' Luar Negeri

Kerja sama ini tidak hanya untuk menangani kasus, akan tetapi menjadi media tukar pengalaman dan pendidikan, serta peningkatan kualitas SDM

Maruf Amin Berharap KPK Intesifkan Kerja Sama dengan 'KPK' Luar Negeri
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Wakil Presiden Maruf Amin usai memberikan sambutan dalam puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Gedung Penunjang KPK, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat kerja sama internasional karena korupsi merupakan kejahatan serius yang sering kali melewati batas negara.

Wakil Presiden RI Maruf Amin menyampaikan, kerja sama internasional melalui forum multilateral, regional, dan bilateral sangat diperlukan dalam pemberantasan korupsi lantaran uang dan koruptor tidak mengenal territorial boundaries.

Baca: Jokowi Dikabarkan Tak Penuhi Undangan KPK di Hari Anti Korupsi Sedunia 2019

Kerja sama ini tidak hanya untuk menangani kasus, akan tetapi menjadi media tukar pengalaman dan pendidikan, serta peningkatan kualitas SDM.

"Pemerintah berharap KPK juga dapat mengintensifkan kerja sama dalam bentuk agency to agency, misalnya dengan CPIB Singapore; FBI USA; SFO Inggris; ICAC Hong Kong; MACC Malaysia; CCDI, MoJ, and Supreme People of Procuratorate (SPP) China; Anti-Corruption Bureau Brunei; AFP Australia; dan NAZAHA Saudi Arabia," kata Ma'ruf dalam sambutan puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Gedung Penunjang KPK, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Maruf Amin optimis upaya pemberantasan korupsi akan menunjukkan hasil yang semakin positif pada hari-hari mendatang.

Optimisme ini didasari tren Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang semakin membaik dari tahun ke tahun.

"Pemerintah optimis upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi pada tahun-tahun ke depan akan berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari semakin baiknya skor IPK. Transparency International Indonesia (TII) merilis skor IPK Indonesia Tahun 2018 mengalami kenaikan satu poin dibandingkan dengan tahun 2017 yakni dari skor 37 menjadi 38," kata Maruf amin.

Maruf Amin menyatakan Hakordia merupakan momentum menyadarkan seluruh pihak atas bahaya korupsi, yang menjadi salah satu persoalan krusial di negeri ini.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved