Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Ayah Randi Berharap Penembak Anaknya Dipecat dari Kepolisian dan Dihukum Berat

Randi merupakan mahasiswa Universitas Halu Oleo yang tewas tertembak dalam unjuk rasa di DPRD Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu.

Ayah Randi Berharap Penembak Anaknya Dipecat dari Kepolisian dan Dihukum Berat
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Mahesa saat menyalami para keluarga korban mahasiswa yang tewas di Kendari, Sulawesi Tenggara, di Ruang Rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - La Sali (47), ayah almarhum Randi mengharapkan agar penembak anaknya dipecat dari kepolisian dan dihukum seberat-beratnya.

Diketahui, Randi merupakan mahasiswa Universitas Halu Oleo yang tewas tertembak dalam unjuk rasa di DPRD Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu.

"Harapan saya sebagai orang tua Randi, agar penembak anak saya supaya dipecat dan dihukum berat. Barangkali itu harapan saya karena anak saya ini sudah tulang punggung keluarga," ujar La Sali, di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Baca: Mengadu ke Komisi III, Ibunda Yusuf Menangis Sebut Kasus Anaknya Dianaktirikan

La Sali turut memohon kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis yang berasal dari Kendari pula untuk tidak menutupi kasus tersebut dari publik.

"Jadi saya mohon kepada bapak Kapolri kebetulan dari Kendari, Sulawesi Tenggara, yang tahu persis kasus penanganan kejadian tanggal 26 September itu jangan ditutup-tutupi. Harus transparansi dan sesuai dengan hasil keputusan pengadilan," kata dia.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Mahesa mengatakan akan menyampaikan pesan dari La Sali kepada Idham dalam rapat selanjutnya.

Baca: Usai Bunuh Penjaga Musala, Pencuri Kotak Amal Dilumpuhkan Tentara

Namun, Desmond mengatakan masalah hukuman seberat-beratnya merupakan wilayah peradilan dan bukan tugas dari komisinya.

"Insya Allah akan saya sampaikan kepada Kapolri Pak Idham pada saat rapat agar lebih diatasi dengan baik. Jadi kalau seberat-beratnya kita akan sampaikan, tapi kami komisi hukum tidak bisa menjawab (akan dihukum) seberat-beratnya (atau tidak). Kami lebih dalam konteks yang non hukum karena komisi hukum dan keamanan nasional," kata Desmond.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved