Menkes Tawarkan 3 Kebijakan Alternatif Tekan Defisit BPJS Kesehatan

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menawarkan tiga kebijakan alternatif untuk menekan defisit keungan BPJS Kesehatan.

Menkes Tawarkan 3 Kebijakan Alternatif Tekan Defisit BPJS Kesehatan
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Komisi IX DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kamis (12/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menawarkan tiga kebijakan alternatif untuk menekan defisit keungan BPJS Kesehatan.

Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kamis (12/12/2019).

"Kami akan menyampaikan beberapa alternatif solusi atas masalah kenaikan iuran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas 3," kata Terawan.

Alternatif pertama yakni usulan subsidi pemerintah atas selisih kenaikan iuran JKN pada peserta PBPU dan Bukan Pekerja kelas 3.

"Dengan mengusulkan subsidi pemerintah atas selisih ini dan usulan tersebut masih kepastian jawaban dari Menteri Keuangan sebesar Rp3,9 triliun untuk 19,9 juta peserta," ujarnya.

Alternatif kedua yaitu dengan memanfaatkan profit atas klaim rasio Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang diproyeksikan pada tahun mendatang.

Sebab, mulai 1 Januari 2020 berlaku kenaikan iuran JKN.

"Akan ada profit akibat kenaikan iuran JKN berdasarkan Perpres no 75 tahun 2019," katanya.

Alternatif ketiga yakni perbaikan data PBI.

Halaman
123
Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved