Selasa, 2 Juni 2026

Penghapusan Ujian Nasional

Setuju UN 2021 Dihapus Nadiem Makarim, Pengamat Pendidikan: Standar Pendidikan Sangat Membelenggu

Pengamat Pendidikan, Budi Trikorayanto menyebut standar pendidikan di Indonesia yang menerapkan ujian nasional (UN) itu mengikat para guru dan murid.

Tayang:
Penulis: Nuryanti
Editor: Miftah
Tribunnews.com/Reza Deni
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Pendidikan, Budi Trikorayanto menyebut standar pendidikan di Indonesia yang menerapkan ujian nasional (UN) itu mengikat para guru dan murid.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Rabu (11/12/2019), mengumumkan pelaksanaan ujian nasional pada 2021 akan dihapus.

Pelaksanaan ujian nasional (UN) akan diganti dengan program Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Budi menilai penggantian UN akan lebih baik.

Sebab, menurutnya, standar pendidikan saat ini sudah membelenggu para guru dan siswa.

Budi mengatakan, para guru tidak bisa mengajarkan pendidikan karakter kepada anak, karena fokus pada ujian nasional.

"Standar-standar pendidikan itu sangat membelenggu, seperti misalnya masalah karakter yang tidak tercakup dalam ujian nasional sebelumnya," ujar Budi di Studio Menara Kompas, Rabu (11/12/2019), dikutip dari YouTube Kompas TV.

"Itu tidak adil untuk murid juga," lanjut Budi.

Ia menyebut, murid harus belajar selama tiga tahun, dan mendapatkan evaluasi dari belajarnya itu dari pelaksanaan UN.

Baca: Nadiem Makarim Hapuskan Ujian Nasional, Ini Kelebihan dan Kekurangan dari Penghapusan UN

Baca: Siang Ini, DPR Panggil Mendikbud Bahas Sistem Pengganti Ujian Nasional

"Mereka belajar tiga tahun untuk evaluasi yang dua hari, dengan UN yang seperti itu," katanya.

Sehingga jika pelaksanaan UN akan dihapus pada 2021 mendatang, Budi menyebutnya itu lebih baik.

"Sekarang lebih baik," ujar Budi.

Pengamat pendidikan, Budi Trikorayanto
Pengamat pendidikan, Budi Trikorayanto (Channel YouTube KOMPASTV)

Menurut Budi, program pengganti UN itu bertujuan untuk memberi kemerdekaan untuk guru dan dunia pendidikan.

"Lebih baik, karena ini dalam rangka untuk memerdekakan guru dan pendidikan," jelasnya.

Budi menyebut, dengan adanya pelaksanaan UN, guru dan pihak sekolah hanya fokus mempersiapkan UN saja.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved