Penghapusan Ujian Nasional
UN Dihapuskan, Orangtua Tidak Perlu Keluar Duit untuk Bimbel Anak
Tempat bimbel membutuhkan biaya hingga puluhan juta rupiah untuk memberikan ilmu tambahan kepada para siswa.
Laporan wartawan Tribunnews.com, Mafani Fidesya Hutauruk
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) dengan Assesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter mulai tahun 2021.
Hal itu ia sampaikan di Jakarta dalam peluncuran Empat Pokok Kebijakan Pendidikan Merdeka Belajar, Rabu (11/12/2019).
Masyarakat dari berbagai kalangan mulai membicarakan dan menanggapi isu tersebut.
Satu di antaranya yang menanggapi hal itu adalah seorang lulusan Sarjana Pendidikan Ekonomi dari Universitas Jakarta.
Baca: Sempat Wacanakan Hapus UN tapi Nadiem yang Eksekusi, Anies Emoh Komentar
Perempuan berinisial EHH dari Jakarta Timur yang pernah praktek mengajar di SMAN 104 itu menyoroti tempat bimbingan belajar (bimbel) yang menjamur karena UN.
Menurutnya tempat bimbel tersebut membutuhkan biaya hingga puluhan juta rupiah untuk memberikan ilmu tambahan kepada para siswa.
Ia menyoroti hadirnya UN membuat resah masyarakat, sehingga membutuhkan sesuatu yang dapat menjamin kelulusan hingga nilai yang memuaskan.
"UN dihapuskan itu bagus karena tidak menyusahkan orangtua. Untuk bimbel itu rata-rata orangtua harus mengeluarkan uang puluhan juta," ucapnya menyetujui penghapusan UN dengan sistem Assesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/siswa-smpn-1-jakarta-ikuti-unbk_20190422_120806.jpg)