Kabar Terbaru Abu Sayyaf Sandera Tiga Nelayan WNI, Ini Kata Kemenlu

Pemerintah Indonesia masih terus berkomunikasi dengan pemerintah Filipina serta tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Filipina

Kabar Terbaru Abu Sayyaf Sandera Tiga Nelayan WNI, Ini Kata Kemenlu
Kompas.com/Screengrab from The Star
Ketiga nelayan Indonesia ketika dihadapkan dalam rekaman video yang dirilis Abu Sayyaf pekan lalu. Ketiganya ditangkap September lalu, di mana Abu Sayyaf meminta tebusan Rp 8 miliar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan masih melakukan ikhtiar terkait pembebasan tiga nelayan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

"Belum ada hal yang bisa kami sampaikan ke publik tapi tentunya pemerintah tetap melakukan ikhtiar terbaik untuk mencoba menangani isu penculikan WNI kita di Filipina," ujar juru bicara Kemlu, Teuku Faizasyah, di Kantor Kemlu, Kamis (12/12/2019).

Faizasyah berujar, saat ini pemerintah belum bisa menyampaikan banyak hal terkait pembebasan sandera.

Akan tetapi, pemerintah telah mengerahkan semua saluran untuk membantu proses pembebasan para sandera.

"Sejauh ini belum banyak yang bisa kita komunikasikan karena semua channel dimanfaatkan pemerintah untuk membantu proses pembebasan mereka," ujarnya

Saat ini, pemerintah masih mengupayakan pembebasan tiga nelayan tersebut.

Pemerintah Indonesia masih terus berkomunikasi dengan pemerintah Filipina serta tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Filipina untuk membantu proses pembebasan mereka.

Baca: Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8,3 Miliar demi Bebaskan WNI, Ini Respons Mahfud MD

"Tidak semua hal bisa saya sampaikan ke publik, tapi komunikasi antara pemerintah berjalan dan juga komunikasi pemerintah dengan tokoh-tokoh masyarakat disana dan pihak-pihak yang kita nilai bisa membantu pembebasan mereka," ujar Faizasyah.

Adapun masalah isu tebusan dan sejumlah spekulasi yang beredar di masyarakat dalam upaya pembebasan, Jubir Kemlu itu mengatakan tidak bisa memberikan konfirmasi lebih lanjut

"Saya tidak bisa mengkonfirmasi banyak hal, termasuk spekulasi yang beredar di publik," ujar Faizasyah.

Sebelumnya, diberitakan tiga nelayan WNI bernama Maharudin Lunani (48), Muhammad Farhan (27), dan Samiun Maneu (27) disandera kelompok Abu Sayyaf.

Ketiga nelayan itu ditangkap saat berada diatas kapal pukat nelayan yang terdaftar di Sandakan, perairan Tambisan, Malaysia.

Hingga saat ini belum ada kebar lebih lanjut terkait kondisi tiga nelayan WNI yang disandera itu.

Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved