Eksklusif Tribunnews

Anggota Wantimpres Mardiono: Keluarga Mendukung Saya

menebarkan senyum saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) V PPP, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu (14/12/2-2019) lalu.

Anggota Wantimpres Mardiono: Keluarga Mendukung Saya
Wartakota/Henry Lopulalan
WANTIPRES - Pelantikan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta pusat, Jumat (13/12). Pelantikan Sembilan orang yang diangkat menjadi anggota Wantimpres antara lain, Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Arifin Panigoro Pemilik Medco Energi, Politikus senior Partai Golkar Agung Laksono, Politikus senior PDIP Sidarto Danusubroto, Pemilik Grup Mayapada Dato Sri Tahir, Komisaris Utama PT Mustika Rotu Tbk, Putri Kus Wisnu Wardani, Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Mantan Gubernur Jawa Timur Sukarwo, Mardiono politisi dari PPP. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono terus menebarkan senyum saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) V PPP, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu (14/12/2-2019) lalu.

Mardiono mendapat ucapan selamat dari puluhan kader PPP. Ia bahkan menjadi objek buruan foto para kader partai berlambang Ka'bah itu."Selamat Pak Mardiono," ucap para kader PPP di arena Mukernas V PPP.

Ia yang mengenakan jas berwarna hijau terus menjadi buruan swafoto. Tak sedikit kader PPP yang menyebutnya sebagai Ketua Umum PPP mendatang.

Baca: Mengenal Sosok Rosy Riady, Istri Wantimpres Dato Sri Tahir, Punya 11 Cucu Tapi Pesona Tak Memudar

Di sela-sela Mukernas V PPP, Mardiono menyempatkan waktu untuk wawancara khusus dengan Tribun Network. Kepada Tribun Network, Wakil Ketua Umum PPP ini membagikan kisah awal penunjukannya sebagai anggota Wantimpres periode 2019-2024.

Ia mengatakan keputusannya menerima tawaran sebagai anggota Watimpres karena ingin berkontribusi lebih banyak untuk bangsa. Ia ingin memberikan saran dan masukan kepada Presiden Joko Widodo terkait pendistribusian kebutuhan pokok masyarakat.

Bos PT Buana Centra Swakarsa (BCS) itu menilai selama ini harga-harga kebutuhan masyarakat terbilang mahal karena kendala pendistribusian barang.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono saat pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12/2019) lalu.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono saat pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12/2019) lalu. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Berikut petikan wawancara wartawan Tribun Network Fransiskus Adhiyuda dengan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono.
Saat ditunjuk sebagai anggota Watimpres, kapan tepatnya ditelepon langsung oleh Pak Pratikno (menteri Sekretaris Negara)?
Sore ya, mungkin menjelang Isya kali ya.

Apa yang disampaikan Pak Pratikno saat di telepon?
Ya, beliau minta melihat apa perjalanan karier saya di dunia usaha. Lebih menggali lebih dalam lagi sampai saya ada sembilan perusahaan itu ditanya semuanya. Sejak kapan juga saya, saya sampaikan sudah 37 tahun saya menggeluti dunia usaha itu. Jadi fokusnya itu dalam menggali tentang pengalaman karier saya di dunia usaha.

Saat itu bapak langsung menyatakan iya atau seperti apa saat diminta menjadi anggota Wantimpres? Mungkin ada pertimbangan atau berpikir-pikir dahulu setelah ditelepon oleh Pak Pratikno?

Ya, karena ini negara yang membutuhkan dalam rangka untuk membangun perekonomian bangsa ini dan ternyata mungkin saya dianggap bagian dari pelaku usaha yang dalam 'untuk golongan saya' cukup berhasil.

Halaman
12
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved