Breaking News:

Wiranto: Saudara OSO Harus Mengundurkan Diri

Dalam pakta integritas tersebut, OSO diharuskan memenuhi beberapa ketentuan dari Dewan Pembina Hanura, yakni menjabat menjadi Ketua Umum Hanura

ISTIMEWA
Wiranto (tengah) saat menggelar jumpa pers 

Laporan Wartawan Magang Muhammad Alberian Reformansyah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto menegaskan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) harus mundur dari jabatan Ketua Umum Hanura.

Hal tersebut dikarenakan OSO dinyatakan gagal oleh Dewan Pembina Hanura dalam memenuhi ketentuan dalam pakta integritas yang disahkan pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Hanura pada 2016 lalu.

Dalam pakta integritas tersebut, OSO diharuskan memenuhi beberapa ketentuan dari Dewan Pembina Hanura, yakni menjabat menjadi Ketua Umum Hanura periode 2015-2020.

Baca: OSO Sebut Tak Undang Jokowi & Wiranto karena Munas Hanura Internal, Pengamat: Ada Masalah kan?

"Juga ingin tunduk pada AD/ART (Hanura), menjaga soliditas partai untuk menambah jumlah suara pada pemilu yang akan datang (2019), (serta) akan memasukkan teman-teman dari DPD untuk menjadi caleg partai Hanura, paling tidak 36 orang," jelas Wiranto Rabu (18/12/2019) di Hotel Atlet Century, Jakarta Pusat.

"Kalau sampai itu tidak ditaati, maka saudara OSO sebagai Ketua Umum harus mengundurkan diri sebagai Ketua Umum partai kita," lanjutnya.

Baca: Wiranto: Saya Mundur Sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Hanura

Namun, meskipun pimpinan OSO tidak berhasil meloloskan Hanura ke DPR pada pemilu 2019, ia kembali ditunjuk menjadi Ketua Umum pada pleno Munas Hanura secara aklamasi pada Selasa (17/12/2019) kemarin.

Dewan Penasihat Hanura Subagyo HS, yang juga menjadi saksi dalam pakta tersebut juga mengutip pernyataan bahwa OSO bersedia mengundurkan diri jika tidak dapat memenuhi ketentuan yang tertera dalam pakta integritas yang telah ditandatanganinya.

Baca: Langgar Pakta Integritas, Wiranto Desak OSO Mundur dari Ketum Partai Hanura

"Bila kemudian hari ternyata saya (OSO) tidak memenuhi atau mematuhi (pakta integritas), maka saya secara ikhlas dan tulus, dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari (jabatan) Ketua Umum DPP Partai Hanura," tuturnya.

Berita Populer
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved