Kamis, 16 April 2026

Selain Serangan Harimau Sumatera, Ini 4 Teror Hewan yang Pernah Hebohkan Indonesia

Serangan harimau di Sumatera Selatan kembali bertambah, Serangan harimau bukanlah satu-satunya serangan hewan terhadap manusia masih ada yang lain.

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Kolas Tribunnews (Tigers-world.com, Shutterstock/Yod67, Surya.co.id/Rudi Mulya, Surya.co.id/Galih Lintartika dan
Empat teror hewan yang pernah hebohkan Indonesia 

Serangga ini bisanya hidup di pepohonan, tambak dan semak-semak.

Racun yang terdapat pada serangga ini bisa menimbulkan efek cukup menyakitkan di kulit dan berbagai bagian tubuh manusia meskipun tidak sampai mematikan.

Outbreak atau wabah tomcat pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1990. Selain itu, outbreak serupa juga pernah terjadi di Australia, Srinlanka, India, dan Malaysia.

2. Ulat Bulu

Ulat bulu yang 'menyerang' rumah warga di Dusun Semambung, Desa Capang, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan
Ulat bulu yang 'menyerang' rumah warga di Dusun Semambung, Desa Capang, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan (surya/galih lintartika)

Pertengahan tahun 2019, masyarakat di wilayah Provinsi Jawa Timur mendapat serangan dari ulat bulu.

Dikutip dari pemberitaan Surya.co.id, 21 Juni 2019, Wabah ulat bulu menyerang permukiman warga di tiga desa di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terjadi pada bulan Mei-Juni 2019.

Ketiga desa itu adalah Desa Capang, Gajahrejo, dan Pucangsari.

Kondisi penyerangan hama ulat bulu yang paling parah ada di Dusun Semambung, Desa Capang.

Serangan ulat sampai masuk ke rumah, mulai dari atap, teras, tembok dan bagian-bagian lainnya.

Ini merupakan serangan ulat bulu yang paling parah dari serangan ulat bulu sebelumnya.

Ulat bulu ini memang tidak membahayakan.

Tidak membuat gatal atau alergi lainnya.

Tapi, bagi warga setempat keberadaan ulat bulu ini sangat meresahkan.

Baca: Ini Fakta-fakta Keluarga Diusir Saat Berteduh di Pos Polisi, dari Awal Viral Hingga Permintaan Maaf

3. Tawon Ndas

Ratusan tawon ndas mati usai disemprot fum busa oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran Solo, Jumat (17/11/2017) malam. TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Ratusan tawon ndas mati usai disemprot fum busa oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran Solo, Jumat (17/11/2017) malam. TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA (Tribunsolo.com/Chrysnha Pradipha)
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved