Anggie: Tidak Tepat Jika Menyalahkan Wiranto

Anggie mengaku ingin meluruskan stateman tersebut. Kata dia, fakta integritas yang ditanda tangani OSO dibuat atas kesadaraan diri

Anggie: Tidak Tepat Jika Menyalahkan Wiranto
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Wiranto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Hanura Faksi Ambhara atau Bambu Apus, Patrika S Andi Paturusi, membantah, kabar soal Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto memaksa Oesman Sapta Odang (OSO) untuk bisa memimpin Partai Hanura lewat fakta integritas partai.

“Tidak betul itu. Ini pernyataan yang menyesatkan,” tegas Anggie sapaan akrab Patrika dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/12).

Pernyataan Anggie ini terkait stateman kader Partai Hanura Inaz Nasrullah Zubir saat live di TV swasta beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan, Inaz yang juga kader Hanura di bawah kepemimpinan OSO mengatakan bahwa OSO jadi Ketua Umum Partai Hanura karena dipaksa oleh Wiranto. Termasuk soal isi fakta integritas yang katanya dibuat atas keinginan Wiranto cs.

Anggie mengaku ingin meluruskan stateman tersebut. Kata dia, fakta integritas yang ditanda tangani OSO dibuat atas kesadaraan diri, tidak ada unsur paksaan untuk menandatanginya. Menurutnya, OSO juga bukan karakter yang mudah untuk dipaksa.

“Contohnya saja dipaksa mundur jadi ketua umum partai oleh KPU sebagai syarat pencalonan dia di DPD RI atas keputusan lembaga MK saja tidak mau, bahkan KPU dan MK didemo. Jadi, mana mungkin dia mau dipaksa untuk tanda tangan fakta integritas,” papar Anggie.

Menurutnya, di sisi lain, OSO selaku ketua umum partai tak mampu menjalankan amanat fakta integritas yang sudah dia tandatangani. Salah satunya, berjanji bakal menambah kader Hanura di DPR. “Yang terjadi malah sebaliknya. Dibawah kepemimpinam OSO, perolehan suara Hanura di Pemilu 2019 makin terpuruk. Hanura nggak mampu memenuhi ambang batas parlemen,” kata Anggie.

Semestinya, kata Dia, Hanura kubu OSO instropeksi dan sadar bahwa tanggung jawab Partai Hanura itu ada di tangan OSO selaku Ketua Umum, bukan ditangan Wiranto sebagai Ketua Dewan Pembina.

Anggie berjanji, bersama pendiri, kader dan simpatisan Partai Hanura, bakal terus berjuang melakukan upaya penyelamatan partai ke depan. “Mereka yang mengklaim sebagai pendiri Hanura dan menggelar jumpa pers, kemudian menyudutkan Pak Wiranto, harusnya merekalah yang diam, tak berkeringat berjuang untuk Hanura tapi malah banyak bicara,” ungkapnya.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved