Pimpinan Baru KPK

Staf Khusus Jokowi: Pimpinan Baru KPK Ini Belum Mulai Bekerja tapi Kenapa Dikatakan Terburuk?

‎Staf Khusus Presiden bidang hukum Dini Purwono menilai tahun 2020 merupakan lembaran baru bagi KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri Cs.

Staf Khusus Jokowi: Pimpinan Baru KPK Ini Belum Mulai Bekerja tapi Kenapa Dikatakan Terburuk?
Tangkap Layar YouTube KompasTV
Tangkap Layar YouTube KompasTV Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Purwono 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Staf Khusus Presiden bidang hukum Dini Purwono menilai tahun 2020 merupakan lembaran baru bagi KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri Cs.

Untuk itu, Dini Purwono meminta semua pihak menghargai pimpinan KPK yang baru.

Ia berharap semua pihak tidak mencap buruk pimpinan KPK baru sebelum mereka bekerja.

"Pimpinan KPK yang baru belum mulai bekerja, tapi sudah dikatakan terburuk. Saya justru melihat ini membuka lembaran baru bagi KPK dengan harapan KPK akan menjadi lebih baik, lebih kuat dengan aturan yang baru," kata Dini Purwono, Selasa (31/12/2019).

Baca: Kompak Kenakan Baju Hitam Bareng Gibran Rakabuming, Kaesang Pangarep Curhat Soal Awet Muda

Dini Purwono mengatakan rakyat Indonesia sudah memberikan kesempatan kepada KPK selama 12 tahun dan ternyata hasil kerja KPK belum maksimal seperti yang diharapkan saat awal pembentukan.

"Jadi sudah saatnya dicoba cara yang berbeda dengan sebelumnya, dengan harapan bisa membawa hasil yang lebih maksimal. Mari kita berikan kesempatan untuk struktur yang baru ini bekerja, tentunya akan kita kawal dan evaluasi bersama," katanya.

Baca: KPK Bidik Tersangka Lain dalam Kasus Suap Eks Dirut Garuda Indonesia

Diketahui peneliti ICS Kurnia menyebut tahun ini adalah tahun terburuk bagi pemberantasan korupsi.

Dia juga menganggap sepanjang sejarah, kepemimpinan kali ini yang paling buruk.

"Kita menilai ini tahun paling buruk bagi pemberantasan korupsi, ini tahun kehancuuuran bagi KPK yang benar-benar disponsori ‎oleh Presiden Jokowi dan juga anggota DPR periode 2014-2019 dan 2019-2024 mendatang," kata Kurnia di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (29/12/2019).

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved