Jubir KPK Tegaskan Firli Bahuri Tak Ada Kaitan dengan Kasus Suap Bupati Muara Enim

Firli Bahuri tak terkait dalam perkara dugaan suap 16 paket proyek jalan senilai Rp132 miliar dengan terdakwa Bupati nonaktif Muara Enim, Ahmad Yani.

Jubir KPK Tegaskan Firli Bahuri Tak Ada Kaitan dengan Kasus Suap Bupati Muara Enim
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri menegaskan Ketua KPK Firli Bahuri tak terkait dalam perkara dugaan suap 16 paket proyek jalan senilai Rp132 miliar dengan terdakwa Bupati nonaktif Muara Enim, Ahmad Yani.

Nama Firli Bahuri disebut Maqdir Ismail selaku kuasa hukum Ahmad Yani saat membacakan eksepsi atau nota keberatan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (7/1/2020).

Ali mengatakan, ketidakterkaitan Firli Bahuri dalam perkara tersebut telah disampaikan Maqdir Ismail.
Menurutnya, Maqdir Ismail mengatakan penerimaan uang Ahmad Yani tidak terkait dengan Firli Bahuri yang saat itu menjabat Kapolda Sumatera Selatan.

Baca: Bacakan Eksepsi, I Nyoman Dhamantra Trauma Diproses Hukum

"Seperti kita ketahui, hari ini pembacaan eksepsi yang dalamnya terdapat bantahan dari terdakwa, bahwa penerimaan itu tidak terkait dengan Pak Kapolda yang saat ini merupakan Ketua KPK. Ini poinnya sebenarnya disitu. Tidak ada," kata Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2020).

Ali Fikri pun mengatakan surat dakwaan Ahmad Yani tidak menyebut keterkaitan Firli dalam perkara tersebut.

"Kalau kita ikuti memang tidak ada kaitannya bahwa penerimaan uang ini diberikan kepada Kapolda, Ketua KPK saat ini," katanya.

Baca: Respons Firli Bahuri Sikapi Namanya Disebut dalam Sidang Suap Bupati Muara Enim

Sebelumnya, Maqdir Ismail mengungkapkan, nama Firli muncul dari penyadapan KPK atas terdakwa lain dalam kasus ini yaitu Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Muara Enim Elfin Muchtar.

"BAP hanya menerangkan percakapan antara Elvin dan kontraktor bernama Robi. Dalam percakapan itu Elvin akan memberikan sejumlah uang ke Firli Bahuri, sementara Firli tidak pernah dimintai konfirmasi apakah benar dia menerima uang atau tidak," kata Maqdir.

Maqdir menegaskan Ahmad Yani tidak berniat meminta komitmen fee sebesar Rp22 miliar dari kontraktor Robi Pahlevi yang berstatus terdakwa.

Baca: Firli Bahuri Sebut Organisasi dan Tata Kerja KPK Masih dalam Tahap Pembahasan

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved