Laut Natuna Diklaim China

Pengakuan Nelayan Natuna: Tak Cuma China, Saya Pernah Diusir Kapal Vietnam di Perairan Indonesia

Masuknya kapal China di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia akhir-akhir ini memanaskan hubungan kedua negara.

Pengakuan Nelayan Natuna: Tak Cuma China, Saya Pernah Diusir Kapal Vietnam di Perairan Indonesia
Tangkap Layar Siaran Langsung Trans 7
Dedi, Nelayan Natuna dalam program Mata Najwa, Rabu (8/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Masuknya kapal China di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia akhir-akhir ini memanaskan hubungan kedua negara.

Hal itu dibenarkan oleh seorang nelayan dari Natuna, Dedi.

Menjadi salah satu narasumber dalam program Mata Najwa Rabu (8/1/2020) malam ini yang bertema 'Ada China di Natuna', Dedi mengaku akhir-akhir ini para nelayan di Natuna merasa rawan.

Ia mengaku pernah berjumpa dan diusir oleh kapal cost guard China pada akhir Oktober 2019 lalu dari wilayah yang ia yakini berada di teritorial Indonesia.

Dedi Nelayan Natuna
Dedi, Nelayan Natuna dalam program Mata Najwa, Rabu (8/1/2020). (Tangkap Layar Siaran Langsung Trans 7)

"Saat ini agak rawan, nelayan asing macam cost guard China tu kemarin jumpa sama saya 26 Oktober.

Saya lihat itu wilayah Natuna Utara, kok saya diusir," ucapnya dikutip dari siaran langsung Trans 7.

Dedi menyebut kapal China tersebut mengusir dengan cara memepet kapal Dedi.

"Diusir dengan ngempet (memepet), dan saya lari pelan aja," ujarnya.

Keyakinan Dedi masih berada di wilayah Indonesia karena kapal Dedi sudah dibekali alat untuk mengetahui koordinat keberadaan kapalnya.

"Saya yakin berada di wilayah Natuna Utara. Saya biasa melaut sampai di lintang 6 dan bujur 109, saya melaut sampai di situ," ujarnya.

Presiden meninjau KRI Usman Harun 359 dan KRI Karel Satsuit Tubun 356 di Pangkalan Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa.
Presiden meninjau KRI Usman Harun 359 dan KRI Karel Satsuit Tubun 356 di Pangkalan Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa. (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved