Pengamat Sayangkan Jokowi Biarkan Keluarganya Maju Pilkada

Dinasti politik menjadikan rakyat kebanyakan sebagai alat untuk secara rutin memberikan legitimasi atas kekuasaan

Pengamat Sayangkan Jokowi Biarkan Keluarganya Maju Pilkada
Reza Deni
Peneliti Formappi, Lucius Karus 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajer Riset Formappi Lucius Karus ‎menilai munculnya sejumlah nama keluarga Jokowi yang maju pada Pilkada 2020 sesungguhnya sudah terbaca sejak awal ketika nama Gibran dan Bobby mulai disebut-sebut akan ikut Pilkada tahun ini.

"Merasa kemunculan keduanya (Gibran dan Bobby) tanpa penolakan massif dari publik. Kini bertambah lagi orang yang masih berkerabat langsung dengan Jokowi yang mau mengikuti kontestasi Pilkada 2020," tutur Lucius Karus, Senin (20/1/2020).

‎"Bersamaan dengan makin bertambahnya jumlah keluarga yang mau maju. Jokowi sendiri enggan bersuara. Seperti biasa, dia seolah-olah tak tahu, walau mungkin saja semua itu lahir dari keinginannya," papar Lucius lagi.

Baca: Jokowi Minta Gubernur NTT Selesaikan Tanah Sengketa di Manggarai Barat

Baca: Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Maju ke Ajang Pilkada 2020, dari Anak, Menantu Hingga Iparnya

Baca: Rocky Gerung Prediksi Pemerintahan Jokowi Tak sampai 2024, Ini Penjelasannya

Lebih lanjut, Lucius juga menyayangkan mengapa Jokowi tidak melarang keluarganya maju menjadi kepala daerah di saat dirinya masih berkuasa sehingga banyak dianggap sebagai upaya membangun dinasti politik.

Dinasti politik, menurut Lucius, selalu berdampak buruk bagi iklim demokrasi.

Dinasti politik menjadikan rakyat kebanyakan sebagai alat untuk secara rutin memberikan legitimasi atas kekuasaan yang dipegang segelintir orang dari kelompok yang sama.

"Bahaya dinasti ini, demokrasi hanya menjadi dekorasi saja seperti yang pernah merusak Indonesia dibawah orde baru. ‎Poin itulah yang menjadi alasan kenapa Jokowi dikritik ketika membiarkan saja anak-anaknya maju dalam Pilkada disaat dia masih berkuasa," tegasnya.

Lucius menambahkan situasi ini sesungguhnya sudah memperlihatkan kecenderungan praktek politik dinasti dimana selalu dekat dengan ancaman penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan keluarga.

Untuk diketahui selain Gibran dan Bobby, ada kerabat Jokowi ‎lainnya yang menyatakan niatnya maju dalam Pilkada yakni Doli Sinomba Siregar (paman dari Bobby). Doli bakal maju dalam kontestasi pemilihan Bupati Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Ada pula Wahyu Purwanto yang tertarik maju di Pemilihan Bupati Gunung Kidul. Wahyu disebut sebagai adik ipar Jokowi.

Namun, Jokowi ‎enggan dikaitkan dengan Wahyu. Belakangan ‎beredar kabar Wahyu mundur dari pencalonan bakal calon Bupati Gunung‎ Kidul.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved