Gunung Agung Bali Berstatus Siaga, Kondisi Kawah Bisa Dipantau secara Langsung Lewat CCTV Online

Masyarakat kini bisa mengakses CCTV kawah di puncak Gunung Agung Bali setelah tim PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM membenahi CCTV.

Gunung Agung Bali Berstatus Siaga, Kondisi Kawah Bisa Dipantau secara Langsung Lewat CCTV Online
https://magma.esdm.go.id
Kondisi kawah di puncak Gunung Agung, Karangasem, Bali, Kamis (23/1/2020). Masyarakat bisa mengakses CCTV pantauan dari puncak Gunung Agung secara online. 

TRIBUNNEWS.COM - Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berhasil memperbaiki permasalahan CCTV di Puncak Gunung Agung, Karangasem, Bali, Kamis (23/1/2020).

Diketahui, Gunung Agung kini berstatus level 3 atau Siaga.

Gunung Agung, Selasa (30/4/2019)
Gunung Agung, Selasa (30/4/2019) (Dok PVMBG/Tribun Bali)

Kasubbid Mitigasi Gunungapi Wilayah Timur, Badan Geologi Dr Devy Kamil Syahbana mengungkapkan tujuan pemasangan CCTV agar publik bisa memantau secara langsung kondisi Gunung Agung.

"Desember lalu saya dan tim melakukan instalasi CCTV di puncak Gunung Agung, tujuannya untuk dapat memantau dinamika aktivitas permukaan Kawah Gunung Agung," ungkapnya kepada Tribunnews melalui pesan tertulis, Kamis (23/1/2020).

Keberadaan CCTV ini utamanya ditujukan bagi masyarakat di sekitar Gunung Agung.

"Kami secara online buka akses CCTV ini untuk dapat dilihat publik, terutama mereka yang tinggal di sekitar Gunung Agung," ungkapnya.

Tim PVMBG Kementerian ESDM bersama sejumlah porter memasang CCTV baru dengan tenaga surya di puncak Gunung Agung, Rendang, Karangasem, Bali, Sabtu (28/12/2019).
Tim PVMBG Kementerian ESDM bersama sejumlah porter memasang CCTV baru dengan tenaga surya di puncak Gunung Agung, Rendang, Karangasem, Bali, Sabtu (28/12/2019). (Dok PVMBG)

Namun CCTV di puncak Gunung Agung Bali tersebut mengalami permasalahan di awal Januari 2020.

"Awal Januari CCTV tidak dapat diakses. Kemungkinan berkaitan dengan cuaca dimana antena bisa bergeser jika tertiup angin besar," ungkapnya.

Selain itu curah hujan yang tinggi juga menyebabkan CCTV mengalami gangguan.

"Bisa jadi mempengaruhi kelistrikan komponen2 sistem stasiun kami," lanjutnya.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved