Demo Tolak RUU KUHP dan KPK
Lutfi Mengaku Dianiaya hingga Disetrum, Nasir Djamil: Tak Pantas Diperlakukan Seperti Itu
Mendengar kesaksian Lutfi Alfiandi yang mengaku dianiaya oknum polisi hingga disetrum, Nasir Djamil menganggap perlakuan itu tidak manusiawi
Penulis:
Isnaya Helmi Rahma
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
"Pada saat saya mainan HP begini, tiba-tiba langsung di-bekep sama petugas berpakaian preman gitu, langsung dibawa ke dalem," imbuhnya.
Lutfi mengaku tidak diberikan penjelasan terkait penangkapan dirinya.
Ke esokan harinya ia pun menjalani proses pemeriksaan.
"Pada saat saya di BAP ini kan saya enggak di-dampingin," ujarnya.
"Jadi semua yang diamankan itu enggak didampingi oleh kuasa hukum," jelanya.
Lutfi kemudian mengatakan dirinya sempat mendapatkan pukulan dari oknum polisi di badan dan bagian mukanya.
"Jadi saya di-hadapin ke tembok, saya disuruh jongkok terus saya dipukul," imbuhnya.

"Awal mereka mukul muka terus mukul ulu hati pakai tangan. Sakit rasanya," kata Lutfi.
Tidak berhenti samapai disitu, menurut penuturannya, kepalanya sempat diikat dengan plastik untuk beberapa saat.
Lutfi kemudian dibawa ke sebuah ruangan.
Dalam ruangan tersebut Lutfi dipaksa untuk mengaku telah melempari petugas saat demo.
"Habis itu mereka bawa saya ke dalam ruangan, di dalam ruangan itu ada ruangan lagi," kata Lutfi.
"Saya dibawa ke ruangan itu, ditutup mata saya diikat pakai kain." imbuhnya.
Kuping kanan dan kiri Lutfi dijepit dan ia pun disuruh jongkok.
"Nah pada saat itu saya ditanya lagi lempar berapa kali," jelas Lutfi.