Virus Corona
Cegah Virus Corona, Warga Jakarta Diimbau Pakai Masker Saat Berada di Luar Ruangan
Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia Handayani.
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mulai mewanti-wanti wabah virus corona yang kini sudah menjangkit sejumlah negara. Warga Jakarta diimbau untuk melengkapi diri dengan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia Handayani.
"Cukup masker bedah seperti yang biasa kita beli di toko biasa, di toko alat kesehatan bisa, di toko retail biasa juga banyak," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (5/2/2020).
Baca: Nikita Mirzani Belum Ingin Laporkan Sajad Ukra setelah Dituduh Membayar Instansi agar Bebas Penjara
Baca: Bermula dari Saling Ejek, Pelajar SMP di Sidikalang Meninggal Usai Duel dengan Teman Sekolahnya
Dwi menegaskan masyarakat tidak perlu mencari masker jenis N95 yang umumnya dipakai petugas kesehatan. Masker yang biasa ditemui di pasaran disebut sudah cukup untuk mencegah penyebaran virus melalui udara.
Adapun masker N95 adalah jenis masker yang dipakai petugas kesehatan saat merawat pasien di ruang isolasi.
Masker jenis ini masuk kategori alat pelindung diri (APD) dan dipakai hanya untuk perawat yang khusus menangani pasien di ruang isolasi. Sedangkan untuk aktivitas sehari-hari, cukup mengenakan masker bedah berwarna hijau.
"Nggak perlu, itu masker N95 itu untuk petugas kesehatan kalau kita merawat di ruang isolasi pasien, nah itu baru pakai APD lengkap, pakai N95. Kalau untuk penggunaan sehari-hari, masker bedah biasa. Masker bedah itu yang hijau," ujar dia.
Soal ketersediaan masker bedah di pasaran, Dwi mengatakan stok saat ini masih memadai. Tapi tidak menutup kemungkinan ada kesulitan mendapatkannya.
Jika ada laporan di lapangan soal keterbatasan stok masker, Dinkes DKI akan berkoordinasi untuk membantu ketersediannya.
"Kalau masker ya tentunya kami juga koordinasi untuk lihat ketersediaan masker, sepertinya mungkin saja ada sedikit kesulitan, tapi sepertinya masih mudah diperoleh masyarakat," pungkas dia.