Virus Corona

Penelusuran Pemerintah Buktikan Warga China Bukan Terkena COVID-19 di Bali

Pasien bernama Jin tersebut diperkirakan melakukan penerbangan menggunakan maskapai lion air dari Wuhan ke Bali pada 22 Januari 2020

Penelusuran Pemerintah Buktikan Warga China Bukan Terkena COVID-19 di Bali
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020) 

Laporan Wartawan Tribunews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Seorang warga China yang dinyatakan positif mengidap novel corona virus (COVID-19) sebelumnya memiliki riwayat perjalanan ke Indonesia tepatnya ke Bali.

Pasien bernama Jin tersebut diperkirakan melakukan penerbangan menggunakan maskapai lion air dari Wuhan ke Bali pada 22 Januari 2020 dan kembali ke Shanghai pada 28 Januari 2020 dengan maskapai Garuda.

Dengan laporan kalau Jin dinyatakan positif COVID-19 pada 5 Februari 2020 maka pemerintah Indonesia langsung melakukan penelusuran untuk memastikan kalau Jin tidak mendapatkan virus tersebut di Indoenesia.

Baca: Selamat! Pemain Game of Thrones Sophie Turner Akhirnya Hamil, Joe Jonas Bakal Jadi Ayah

Baca: Jadi Korban Bully Kegarangan Teman, Siswi SMP Purworejo Curhat, Badanku Sakit Semua Ditendangi

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto menyebutkan pertama dilakukan penelusuran melalui maskapai.

Penelusuran data penumpang maskapai dilakukan mulai tanggal 12 Januari 2020 dan ditemui memang ada yang datang ke Bali atas nama Jin pada 22 Januari dan tanggal 28 Januari keluar dari Bali.

Dari beberapa nama Jin yang ditemukan pemerintah memilih menelusuri nama Jin yang tanggal 22 Januari sesuai dugaan awal.

“Nama Jin yang datang ke Indonesia ada dua dan pergi ada enam orang nama Jin tapi kita mulai analisa pada dua orang tadi yang pemerbangan awal,” kata Yuri saat teleconference di Kementerian Kesehatan di Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).

Kemudian jika mengikuti tren di China biasanya pasien dinyatakan positif di hari ke-10 maka inkubasi virus.

Kalau dihitung mundur dari tanggal Pasien Jin dinyatan positif pada tanggal 5 Februari 2020 maka diperkirakan pasien terkena tanggal 27 atau 28 Januari.

Halaman
12
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved