Virus Corona

Kedubes Arab Saudi Bantah Wabah Virus Corona Masuk ke Negaranya

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan sampai saat ini belum menerima satupun laporan kasus positif virus

Kedubes Arab Saudi Bantah Wabah Virus Corona Masuk ke Negaranya
Shutterstock
Ilustrasi virus Corona.(Shutterstock) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta membantah sejumlah pemberitaan yang menyebut wabah virus corona telah masuk ke Saudi.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan sampai saat ini belum menerima satupun laporan kasus positif virus yang pertama kali menyebar di kota Wuhan China sejak Desember tahun lalu.

"Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta menyampaikan bahwa video yang beredar di sejumlah media massa dan media sosial Indonesia akhir-akhir ini terkait penemuan sejumlah kasus penyebaran virus corona (Covid-19) di Arab Saudi adalah video lama yang terjadi pada saat munculnya virus corona lama yang melanda sejumlah negara di dunia," ungkap Kedubes Saudi seperti dikutip dalam akun resmi Twitternya @KSAembassyID, Sabtu (15/2/2020).

Baca: Sensus Penduduk 2020 secara Online Dimulai Hari Ini, 15 Februari 2020, Simak Cara dan Tahapannya

"Kedubes juga menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa hingga saat ini tidak tercatat adanya kasus terjangkit virus corona tersebut di dalam wilayah Saudi, serta menjelaskan bahwa pihak terkait telah mengambil langkah-langkah pencegahan di seluruh gerbang masuk guna mencegah masuknya virus dimaksud ke Arab Saudi," terang pernyataan Kedubes Saudi.

Baca: Mata Nibras Berkaca-kaca Menanti Kedatangan Zakiyah, Keponakannya Yang Diobervasi di Natuna

Diketahui, sampai hari ini jumlah korban meninggal dunia akibat virus yang kini bernama resmi covid-19 itu mencapai 1.523 orang. Data tersebut diupadate, Jumat (14/2/2020) waktu China.

Dilaporkan Komisi Kesehatan Nasional China, pada Jumat kemarin dalam sehari terjadi 143 kasus kematian.

Sementara lebih dari 65ribu orang dilaporkan positif virus corona.

Wabah virus corona juga dilaporkan di sejumlah negara di luar daratan China seperti Amerika Serikat, Australia, Filipina, Finlandia, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kambodja, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, dan Nepal.

Kemudian, Prancis, Russia, Singapura, Spayol, Sri Lanka, Swedia, Taiwan, Hong Kong, Thailand, Vietnam, Uni Emirat Arab, maupun Belgia.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved