Virus Corona

Dinkes Temukan Lokasi Menginap Pria Jepang yang Positif Virus Corona Seusai Berlibur di Bali

Dinas Kesehatan Provinsi Bali akhirnya menemukan lokasi menginap warga negara Jepang yang terinfeksi virus corona seusai berlibur di Pulau Dewata.

Kompas.com, Hai.Grid.id
Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah) 

Dia meninggalkan rumah sakit pada sore hari tanggal 19 Februari dan dirawat di rumah sakit Kota Chiba.

Pemda Chiba akan menyelidiki apakah infeksi telah menyebar di sekolah menengah pertama tempatnya bekerja.

Para penumpang dari kapal Diamond Princess, Sabtu (22/2/2020) akan ditransfer ke lokasi medis milik pemerintah di Perfektur Saitama.
Para penumpang dari kapal Diamond Princess, Sabtu (22/2/2020) akan ditransfer ke lokasi medis milik pemerintah di Perfektur Saitama. (Foto JH)

Korban lain seorang perawat wanita berusia 20-an yang telah terinfeksi di Kota Kumamoto bekerja di Rumah Sakit Rehabilitasi Kumamoto Houmadai di kota itu.

Kolega tidak memiliki tanda-tanda infeksi, dan Pusat Kesehatan Kota menganggap kemungkinan infeksi nosokomial rendah.

Kemudian korban lain, wanita berusia 30 tahun yang dikonfirmasi di Yokohama adalah anak perempuan dari sopir taksi pria berusia 60 tahun yang telah terinfeksi.

Seorang wanita berusia 80-an di Sagamihara adalah istri seorang pria berusia 80-an yang dipastikan terinfeksi pada tanggal 21 Februari.

Pria itu dirawat sementara di Rumah Sakit Pusat Sagamihara (kota), di mana tiga pasien rawat inap ditemukan terinfeksi.

Baca: Bangunan AEON Mall JGC Dituding Sebabkan Banjir, Warga Berdemo, Lempar Pembatas Jalan & Rusak Sarana

Baca: Imbas Corona, Luhut Sebut Industri Pariwisata Rugi Rp 7 Triliun per Bulan

Kini Sakit Parah dan Diinvestigasi

Seorang pria Jepang berusia 60 tahunan terinfeksi virus corona sepulang dari Bali bersama keluarganya. Kini pria tersebut sedang sakit parah dan masih menjalani perawatan di rumah sakit khusus dan karantina di Tokyo.

"Pria tersebut sedang sakit parah, dan tampaknya sulit untuk merespons kepada siapa pun," ungkap sumber Tribunnews.com di Dinas Kesehatan Pemda Tokyo, Selasa (25/2/2020).

Menurutnya, ketika seseorang meninggalkan Jepang, itu tidak akan dipantau oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo.

"Saat tiba di Bali, kami juga tidak tahu tentang perilaku orang tersebut saat berada di Indonesia," kata sumber itu.

Sementara itu informasi dikomunikasikan antar negara berdasarkan International Health Regulations (IHR) atau Peraturan Kesehatan Internasional (IHR).

"Investigasi sedang berlangsung, termasuk menanggapi kontak dekat di Indonesia dan di pesawat terbang," ujarnya.

Selain itu, persetujuan dari pihak-pihak terkait dengan keluarganya juga belum diperoleh.

"Pemda Tokyo hanya mempublikasikan informasi yang telah dia kunjungi di Indonesia. Itu saja, karena juga terkait privasi orang tersebut," katanya.

Tribunnews.com berusaha untuk mewawancarai pria tersebut di rumah sakit lewat jalur telepon.

"Mungkin perlu mempertimbangkan privasi pasien dan keluarga. Pihak Tokyo sendiri tidak memperkenalkan pasien atau keluarga mereka untuk berhubungan," ungkapnya.

"Hal yang sama berlaku untuk media domestik Jepang," tambahnya.

Pria tersebut bekerja pada semua panti jompo, bukan sebagai perawat tetapi sebagai pegawai administrasi.

Pihak Dinas Kesehatan Tokyo masih terus menyelidiki panti jompo tersebut agar virus corona yang dibawanya itu tidak menyebar ke mana-mana.

Tanggal 12 Februari pria itu mengaku badannya sudah tidak enak seperti masuk angin.

UPDATE Virus Corona: 37 Negara, 80.154 Orang Terinfeksi, 2.701 Jiwa Meninggal, dan 27.475 Sembuh.
UPDATE Virus Corona: 37 Negara, 80.154 Orang Terinfeksi, 2.701 Jiwa Meninggal, dan 27.475 Sembuh. (thewuhandvirus.com)

Dia kemudian langsung berkonsultasi dengan lembaga medis di Tokyo pada tanggal 12 Februari.

Sehari kemudian, 13 Februari dia bekerja kembali di fasilitas perawatan panti jompo tersebut.

Tanggal 14 Februari istirahat karena badannya masih tidak enak dan melakukan perjalanan ke Indonesia bersama keluarganya dari tanggal 15 Februari 2020.

Dia kembali ke Jepang pada tanggal 19 Februari dan langsung kembali ke institusi medis, di mana dia dirawat di rumah sakit karena pneumonia.

Tanggal 21 Februari Pemda Tokyo mengumumkan bawa pria itu positif terinfeksi virus corona yang diperkirakan sudah dimilikinya sebelum ke Indonesia. (Tribun Bali/Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Dinkes Bali Temukan Lokasi Menginap WN Jepang Positif Corona Seusai Berlibur di Bali

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved