Sabtu, 18 April 2026

Virus Corona

Komisi VIII DPR: Penundaan Umrah Berdampak Besar pada Kejiwaan

"‎Kalau saya hitung, kerugian terdampak dalam satu hari, 3 ribu jamaah bisa sekitar Rp 30 miliar. Ini bisa stress berat apalagi sudah hajatan."

Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Anggota Komisi VIII DPR RI Iskan Qolbi Lubis. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Selain berdampak pada kerugian finansial, kebijakan pemerintah Arab Saudi yang melakukan penundaan sementara umrah sejak Kamis (27/2/2020) kemarin dinilai memberi dampak pula pada kejiawaan.

"‎Kalau saya hitung, kerugian terdampak dalam satu hari, 3 ribu jamaah bisa sekitar Rp 30 miliar. Ini bisa stress berat apalagi sudah hajatan, keluarga lepas sambil nangis. Ini kan berdampak besar pada kejiwaan," tutur Anggota Komisi VIII Fraksi PKS, Ikhsan Qolbu Lubis saat menjadi narasumber diskusi bertajuk "Mengukur Efek corona: Siapkah kita? " di Jl Wahid Hasyim, Jakpus‎‎, Sabtu (29/2/2020).

Baca: Kisah Jemaah Umrah Batal Berangkat karena Virus Corona, Ada yang Harus Kembali Lagi ke Indonesia

Ikhsan Qolbu merasa dampak kejiwaan harus dipikirkan.

Dia meminta para tokoh agama memberi penjelasan selama berniat umrah, batal berangkat pun sudah ‎mendapat pahala.

"Ada jamaah di kampung saya, lebih pilih tinggal ‎di Malaysia gak mau pulang ke Indonesia karena malu batal umrah. Ini perlu dijelaskan selama niat umrah, tidak jadi berangkat pahalanya sampai, Insyaallah," ungkapnya.

Baca: Virus Corona Ganggu Ekonomi, DJP Diminta Longgarkan Pajak Bagi UMKM

Terakhir, Iksan Qolbu meminta masyarakat memberi penguatan bukan lantas memberi tafsir lain atau dikaitan dengan klenik.

Dia menegaskan jika sudah ditakdirkan umrah, maka pada waktunya pasti akan umrah.

Menteri Agama diminta hati-hati bicara

Komisi VIII DPR RI Iskan Qolbi Lubis meminta Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi hati-hati berbicara soal kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menghentikan sementara umrah atau ziarah untuk semua negara, termasuk Indonesia menyusul mewabahnya virus corona hingga ke Timur Tengah demi kesehatan umat.

"‎Menag jangan beri statmen berlebihan. Ini sudah urusan luar negeri. Arab Saudi itu sensitif, biar Menlu (Menteri Luar Negeri) yang bicara," ucap Iskan Qolbi‎ saat menjadi narasumber diskusi bertajuk "Mengukur Efek Korona : Siapkah kita? ", di Jl Wahid Hasyim, Jakpus‎‎, Sabtu (29/2/2020).

Iskan Qolbi menilai untuk urusan komunikasi dengan Arab Saudi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang punya kapasitas dan menjadi garda terdepan dalam urusan lobi.

Baca: Bertolak ke Surabaya, Presiden Joko Widodo Hadiri Pengukuhan Guru Besar KH Asep Saifuddin Chalim

Baca: Kemenlu Sebut 68 WNI Kru Kapal Diamond Princess Akan Tiba di Indonesia Minggu Besok

"‎Menag jangan asal ngomong, selama ini kan begitu, dia bahas yang cingkrang. Kalau urusan ini, saya minta Menlu yang bicara. Menlu sudah biasa diplomasi," tegasnya.

Terakhir Iskan Qolbi mengimbau pemerintah dalam waktu seminggu kedepan menjaga etika dengan memberikan waktu pemerintah Arab Saudi menyiapkan segala sesuatu ‎berkaitan dengan antisipasi penanganan virus corona.

Baca: Liverpool Diambang Gelar Juara Liga Inggris, Berikut Sepuluh Rekor Fantastis yang Bisa Dipecahkan

"Biarkan Arab Saudi menyiapkan peralatan kesehatan, tempat isolasi. Karena tidak mungkin juga Saudi selamanya ditutup. Seminggu ini jangan tekan saudi. Mereka melakukan itu karena menekan dampak corona. Bayangkan orang berputar setiap satu menit disana lebih dari 30 ribu. Kalau tertular kan tidak terbayangkan," tambahnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved