Jumat, 5 Juni 2026

Virus Corona

Dua WNI Positif Corona, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Gerak Cepat Lakukan Pencegahan

Virus corona telah masuk ke Indonesia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil gerak cepat lakukan pencegahan

Tayang:
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Kolase tribunnews.com (Warta Kota/Herudin, YouTube/Kompas tv)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil 

TRIBUNNEWS.COM - Dua warga negara Indonesia (WNI) telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Kedua WNI ini terpapar dari warga negara Jepang yang sempat berkunjung ke Indonesia.

Hal ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (2/3/2020) siang.

Menanggapi hal ini, sejumlah kepala daerah langsung bergerak cepat melakukan pencegahan terhadap virus corona ini.

Di antaranya yakni Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Langkah Pencegahan Virus Corona yang Dilakukan Anies Baswedan

Diketahui beberapa jam setelah pengumuman, Anies Baswedan langsung mengumpulkan seluruh jajarannya guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Gubernur DKI ini telah membentuk tim khusus untuk untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayah ibu kota.

Tim khusus ini bernama Tim Tanggap Covid-19.

"Tim bekerja langsung sejak beberapa hari yang lalu sesungguhnya, tapi resminya hari ini dibentuk, dan semua kebutuhan informasi nanti akan diberikan tim tanggap Covid-19," ujarnya yang dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa (3/3/2020).  

Tim ini akan bekerja penuh di di Kantor Dinas Kesehatan di Jalan Kesehatan Nomor 10, Jakarta Pusat.

Selain itu, Anies juga telah mengkaji terkait metode pengamanan publik dari virus corona.

s

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020) (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

"Tadi pagi kita juga sudah bicara dengan Dinas Perhubungan dan MRT untuk melalukan langkah-langkah terkait dengan pengamanan fasilitas umum kita," ucapnya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, dikutip dari TribunJakarta.com.

"Langkah-langkah yang dikerjakan sekarang, mereka sedang menyusun dan kita semua nanti akan sampaikan skenario-skenario yang ada," imbuh dia.

Dalam kesempatan itu, Anies memberikan imbauan bagi warganya yang mengalami gejala virus corona untuk tidak meninggalkan rumah.

Pasalnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan petugas kesehatan untuk menjemput warga yang bersangkutan dan membawanya ke rumah sakit.

"Kami meminta jangan langsung ke fasilitas kesehatan. Mengapa? Bila sampai itu confirm (terinfeksi corona), untuk mengurangi potensi penularan, kami yang akan jemput," kata Anies, dikutip dari Kompas.com.

Baca: Memahami Virus Corona (Covid-19): Fakta, Cara Penularan Antar Manusia hingga Langkah Pencegahan

Menurut penuturannya hal ini sudah sesuai standar operasional prosedur yang ada.

Sehingga warga terduga terinfeksi corona segera menghubungi call center Pemprov DKI di nomor 112 atau 119.

Sehingga petugas kesehatan dapat menjemput dan membawanya ke rumah sakit.

Tidak hanya itu dalam mengantisipasi virus corona, Anies juga telah memutuskan untuk sementara waktu tidak mengeluarkan izin keramaian.

"Pemprov DKI tidak akan mengeluarkan perizinan baru untuk kegiatan perkumpulan orang dalam jumlah yang besar," terang dia, dikutip dari TribunJakarta.com.

Tak hanya itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga mengaku akan mengkaji ulang perizinan keramaian yang sebelumnya telah diberikan.

"Yang sudah terlanjur keluar izinnya akan di-review kembali," imbuhnya.

Di sisi lain Anies juga mengimbau untuk masyarakat diminta menyempatkan diri untuk mencuci tangan.

Bagi yang mengalami batuk, pilek, maupun flu diminta untuk menjaga etika dan selalu mengenakan masker. 

Langkah Pencegahan Virus Corona yang Dilakukan Ridwan Kamil

s
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (YouTube Kompas tv)

Tidak berbeda dengan Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga langsung bertindak cepat saat mengetahui virus corona telah masuk di Indonesia.

Untuk mengantisipasi penyebarannya, ia akan membentuk crisis center di Jawa Barat.

"Covid-19 Crisis Center namanya," ujar Ridwan Kamil yang dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa (3/3/2020).

Menurutnya, pembentukan crisis center ini guna mendapat informasi yang benar dan akurat soal virus corona.

Crisis center juga akan melakukan penanganan khusus yang berkaitan dengan virus tersebut.

Baca: Soal Corona, Menhub Sebut Pengawasan di Bandara dan Pelabuhan Internasional Sesuai Prosedur

"Sehingga nanti menjadi pintu informasi dan bantuan semuanya mengkonfirmasi dan menyampaikan informasi di satu pintu untuk Jawa Barat," ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jawa Barat juga telah mengirim stok masker untuk Kota Depok.

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kelangkaan masker yang terjadi.

"Pemerintah Jawa Barat menyumbang 10 ribu masker yang akan di titipkan ke pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk disimpan di titik-titik layanan kesehatan," jelasnya.

Di samping itu, Pemprov Jawa Barat juga telah menetapkan status siaga satu penyebaran virus corona sejak dua minggu lalu.

Dikutip dari Kompas.com, Ridwan Kamil menuturkan pihaknya sudah menyiapkan sedikitnya 27 rumah sakit rujukan utama di wilayah Jawa Barat untuk menangani pasien virus corona.

"Dua minggu lalu saya rapat dengan Pangdam, Kapolda, dan RS Hasan Sadikin (Bandung)," ujar Ridwan Kamil.

"Kesimpulannya, semua rumah sakit daerah yang berjumlah 27 unit menjadi rujukan utama, berkoordinasi dengan RS kelas A, RS Sadikin untuk mengecek sampelnya," jelasnya.

Baca: Virus Corona Masuk Indonesia, Jusuf Kalla: Tidak Perlu Panik, Harus Hati-hati

Oleh karena itu, Ridwan Kamil mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi virus ini.

Warga Jawa Barat diharapkan selalu memperhatikan kondisi kekebalan tubuhnya.

"Masyarakat saya imbau agar tidak panik, tenang saja," ujarnya yang dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa (3/3/2020).

"Dari Pak Menteri Kesehatan juga sebagai referensi kami, virusnya tidak nempel di benda mati," jelasnya.

"Jadi hanya terjadi pada kontak makhluk hidup, kira-kira begitu," tutur Ridwan Kamil. (*)

(Tribunnews.com/Isnaya Helmi Rahma, TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci, Kompas.com/Nursita Sari/Vitorio Mantalean)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved