Virus Corona
Jubir Virus Corona Achmad Yurianto: Virus Corona akan Mati 10-15 Menit, Indoor atau Outdoor
Juru bicara penanganan virus Corona (covid-19) Achmad Yurianto menjelaskan soal virus Corona atau Covid-19.
Penulis:
Nidaul 'Urwatul Wutsqa
Editor:
Garudea Prabawati
"Oleh karena itu logika kita, sehebat apapun orang sakit itu nggak mungkin dropletnya, percikan ludahnya itu terlemparnya sampai satu kilo dari mulutnya," tegas Yuri.
Sementara, ia juga menekankan bahwa sel manusia yang terlepas dari tubuhnya hanya akan bertahan dalam waktu 10-15 menit.
Yuri mengatakan, sel manusia tersebut dapat mati karena tidak tahan akan pengaruh dari paparan ultraviolet, suhu, dan kelembaban yang ada di Indonesia.
"Rata-rata hanya akan bertahan di 10-15 menit. Setelah itu akan mati, indoor atau outdor," katanya.
Ia pun memberikan perumpamaan dengan percikan darah yang tertetes dari tubuh manusia.
Adapun sel darah dari percikan darah yang telah tertetes di luar tubuh manusia tersebut tidak akan bertahan atau akan mati dalam waktu 10 menit.
"Begitu sel itu mati, maka virus yang numpang di dalamnya pasti ikut mati," tegas Yuri.
Di sisi lain, ia mengimbau agar masyarakat selalu mengenakan masker jika sedang batuk, pilek, atau bersin-bersin.
Yuri mengatakan, sikap ini bukan hanya dilakukan ketika ada wabah virus corona, melainkan apapun halnya ketika sedang sakit.
"Supaya percikan droplet dia nggak ke mana-mana," tambah Yuri.
Ia pun menyinggung penggunaan masker yang terlalu berlebihan di kehidupan sosial seusai Presiden Jokowi mengumumkan adanya 2 WNI warga Depok, Jawa Barat positif corona.
Yuri menegaskan seharusnya penggunaan masker hanya dikenakan oleh orang yang terinfeksi atau sedang sakit.
Baca: Sampaikan Pesan Jokowi, KSP Imbau Warga Tenang meski 2 WNI Positif Corona: Ini soal Kemanusiaan
Baca: Warga Panic Buying Karena Corona, Menteri Agus Minta Masyarakat Belanja Sewajarnya
Menkes Terawan: Masker Hanya untuk yang Sakit
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, berdasarkan keputusan WHO, penggunaan masker hanya diperuntukkan terhadap pasien yang sakit.
Sedangkan untuk yang sehat tidak perlu memakai masker.