Sabtu, 30 Agustus 2025

Harun Masiku Buron KPK

Haris Azhar: Ada Dua Kemungkinan soal Harun Masiku, Menghilangkan Diri atau 'Dihilangkan'

“Secara politis dalam political crime, dia bisa dieksekusi. Ada opsi itu. Seperti Theys Eluay,” kata Haris

KPU
Harun Masiku 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar, mengatakan ada kemungkinan Politisi PDI Perjuangan, Harun Masiku, tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR Periode 2019-2024, sudah dibunuh.

Menurut dia, ada pilihan mengeksekusi Harun Masiku yang dilakukan oleh oknum.

Baca: Disebut ICW Tak Serius Tangkap Harun Masiku dan Nurhadi, KPK: Kami Sudah Maksimal

Dia mencontohkan, kasus pembunuhan kepada mantan Ketua Presidium Dewan Papua (PDP), Theys Hiyo Eluay.

“Secara politis dalam political crime, dia bisa dieksekusi. Ada opsi itu. Seperti Theys Eluay,” kata Haris, dalam diskusi bertajuk ‘ Memburu Buron KPK’ di Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

Dia menilai pada awalnya upaya Harun Masiku melarikan diri karena keinginan diri sendiri.

Namun, kata dia, belakangan terdapat kekuatan di luar kapasitas untuk menghilangkan yang bersangkutan.

“Pasti kalau serapih ini, ada di luar kapasitas dia. Di masa awal, by choice, tetapi hari ini tidak ada yang tahu. Saya tidak bisa baca. Ini hilang,” kata mantan Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan.

Terakhir, Harun Masiku disebut berada di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian atau STIK-PTIK, pada Januari 2020 lalu.

Setelah itu, yang bersangkutan hilang bak ditelan bumi.

Dia menilai, pihak KPK juga terkesan tidak berupaya mencari pria asal Sulawesi Selatan tersebut.

“KPK tidak ngapa-ngapain dari kacamata publik. Ini dibiarkan. Jejak itu di PTIK, tetapi polisi tidak pernah buat pernyataan,” ujarnya.

Baca: MAKI: KPK Mampu Tangkap Harun Masiku dan Nurhadi tapi Tak Ada Kemauan

Dia menambahkan, pilihan Harun Masiku menghilangkan atau dihilangkan masih terbuka.

“Bisa dua-duanya. Saya tidak investigasi. Dari info yang ada tetap ada dua potensi. Dua-duanya memungkinkan, dihilangkan atau menghilangkan diri,” tambahnya.

Perlu sentuhan tangan Jokowi

Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar
Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar (Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha)

 Haris Azhar, mengatakan harus ada usaha luar biasa untuk mencari politisi PDI Perjuangan Harun Masiku, tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR Periode 2019-2024.

Menurut dia, harus ada ‘sentuhan tangan’ Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencari dan menemukan Harun Masiku.

Baca: Disebut ICW Tak Serius Tangkap Harun Masiku dan Nurhadi, KPK: Kami Sudah Maksimal

Dia menegaskan, Presiden jangan hanya memberikan keterangan kepada media massa, namun membiarkan KPK berjuang sendiri.

“Harusnya Presiden supaya tidak menjadi konsumsi statement belaka harus memobilisasi sejumlah hal penting, unit penting, alat penting untuk bantu KPK,” kata Haris, dalam diskusi bertajuk ‘Memburu Buron KPK’ di Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

Dia mengungkapkan alasan mengapa orang nomor 1 di Indonesia itu harus terlibat mencari Harun.

“Kenapa penting? Karena KPK ditunjuk di SK-nya, Dewas-nya ditunjuk Presiden KPK yang ada hari ini sentuhan tangan Presiden. Kental sekali jangan habis ramai-ramai KPK berbulan-bulan, Presiden membela diri, KPK sekarang begitu kerja menghadapi situasi itu. Tidak mau woro-woro mengambil leadership dan policy,” kata dia.

Dia mencontohkan keberhasilan Presiden Joko Widodo memerintahkan anak buahnya untuk membebaskan sandera dan membawa pulang terpidana kasus korupsi BLBI, Samadiku Hartono, yang sudah melarikan diri selama 13 tahun.

Baca: ICW Nilai KPK Tak Serius Buru Harun Masiku

Dia menilai keberhasilan itu karena Presiden Jokowi memerintahkan alat negara untuk melakukan pencarian.

“Awali dengan lembaga negara. Ketemu buronan BLBI. Membebaskan sandera di tengah laut. Ada banyak cerita sebagai bangsa. Saya membagi tidak hanya skill, tetapi alat, ada leadership dan policy. Saya yakin dicari, tetapi cara mencari harus ada beda. Harus ada effort luar biasa,” kata dia.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan