Harun Masiku Buron KPK

Pukat UGM Desak KPK Tangkap Harun Masiku: Harusnya KPK Punya Rasa Malu, Masa Kalah dari Polsek

Sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, pada 9 Januari 2020, hingga kini eks caleg PDIP Harun Masiku masih belum diketahui keberadaannya.

kolase tribunnews: kpu.go.id/kompasTV
Harun Masiku dan rekaman CCTV kedatangan Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta 

TRIBUNNEWS.COM - Sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada 9 Januari 2020, hingga kini eks caleg PDIP Harun Masiku masih belum diketahui keberadaannya.

Terkait dengan masih buronnya Harun Masiku, Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman turut angkat bicara.

Zaenur mendesak KPK segera menangkap Harun Masiku.

Ia mengatakan, KPK harus tetap berupaya mencari dan menangkap Harun Masiku untuk membawanya ke persidangan.

Tangkap Layar YouTube KompasTV Zaenur Rahman Peneliti Pukat UGM Tanggapi Soal Pengadaan Jeep Wrangler Rubicon sebagai Kendaraan Dinas Bupati Karanganyar
Tangkap Layar YouTube KompasTV Zaenur Rahman Peneliti Pukat UGM Tanggapi Soal Pengadaan Jeep Wrangler Rubicon sebagai Kendaraan Dinas Bupati Karanganyar (Tangkap Layar YouTube KompasTV)

Dan bukan membuka kemungkinan mengadili Harun secara absentia.

"Kasus ini belum diungkap secara tuntas, masih membutuhkan pengungkapan secara terbuka dari HM seharusnya KPK terus mencari HM," ujar Zaenur seperti dikutip dari Kompas.com.

"Ya (KPK) punya sedikit rasa malu, masa kalah dari polsek-polsek yang biasa menangkap kriminal," lanjutnya.

Zaenur mengatakan, KPK yang kini dipimpin oleh Firli Bahuri, seorang polisi berpangkat bintang tiga, harusnya bisa menangkap Harun dengan mudah.

Lantaran hal itu, Zaenur menyebut, tidak heran kepercayaan publik terhadap KPK melorot menyusul tak kunjung ditangkapnya Harun Masiku.

"Sekarang KPK semakin tidak mendapat kepercayaan publik, dipimpin oleh jenderal bintang tiga untuk mencari HM saja tidak bisa," ungkapnnya.

Halaman
123
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved